Sabtu 21 September 2019, 20:30 WIB

ICW: Korupsi Sulit Diberantas Karena Pejabat Tak Punya Integritas

Putri Anisa Yuliani | Politik dan Hukum
ICW: Korupsi Sulit Diberantas Karena Pejabat Tak Punya Integritas

ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha
Poster anti korupsi pada Hari Peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia.

 

KORUPSI lagi-lagi menerpa penyelenggara negara. Kali ini korupsi dilalukan Menteri Pemuda Olahraga Imam Nahrawi.

Politikus PKB itu didakwa terlibat menerima suap dalam kasus dugaan korupsi penyaluran dana hibah pada Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI). Imam diduga menerima Rp14,7 miliar selama rentang 2014-2018.

Peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW) Agus Sunaryanto mengatakan korupsi yang dilakukan penyelenggara negara seolah tak ada habisnya itu disebabkan kurangnya integritas.

Untuk itu menurutnya bukan hanya menteri, tetapi seluruh penyelenggara negara harus memiliki integritas yang tinggi termasuk juga calon-calon menteri yang nantinya dipilih Presiden Joko Widodo.

"Pada prinsipnya semua calon menteri harus memiliki integritas dan rekam jejak dan kompetensi yang baik," kata Agus dihubungi Media Indonesia, Sabtu (21/9).

Baca juga: Menpora Imam Nahrawi Tersangka Baru Kasus Korupsi

Agus mengungkapkan pengawasan pemerintah juga lemah sehingga saat ini korupsi terus berulang. "Pengawas internal pemerintah gagal mendeteksi potensi korupsi. Akhirnya KPK yang turun tangan," tandasnya.

Ia pun memprediksi jika integritas para menteri maupun penyelenggara negara rendah, di masa mendatang pun korupsi akan terus merajalela. Terlebih ketika KPK sudah tidak lagi sekuat sebelumnya.

"Jadi rasanya pemberantasan korupsi akan kembali suram seperti sebelum ada KPK," ungkapnya.

Sebelumnya, Menpora Imam Nahrawi terungkap menerima suap lewat asisten pribadinya Miftahul Ulum. Suap yang diterima sejumlah Rp14,7 miliar selama 2014-2019. Lalu ada pula uang sejumlah Rp11,8 miliar yang diterima pada 2016-2018. Sehingga total Imam menerima Rp26,5miliar.

Uang itu diduga merupakan commitment fee yang diberikan untuk memuluskan hibah dari Kemenpora ke KONI untuk 2018.

Imam bukanlah Menpora pertama yang terjerat korupsi. Sebelumnya pada 2014, KPK juga menjerat Mantan Menpor Andi Alfian Mallarangeng yang didakwa memperkaya diri sendiri sebesar Rp4 miliar dan 550.000 dollar AS dalam kasus dugaan korupsi proyek pembangunan Pusat Pendidikan, Pelatihan, dan Sekolah Olahraga Nasional (P3SON) di Bukit Hambalang, Bogor, Jawa Barat.

Dari korupsi itu, Andi Mallarangeng divonis empat tahun penjara. Korupsi itu tidak hanya menjerat Andi tetapi juga adiknya yakni Choel Mallarangeng.

Choel turut menerima uang suap proyek Hambalang sebesar Rp2,5 miliar dan 550.000 dollar AS erta menjadi perantara suap dari korporasi ke Andi. Pada 2017 lalu Choel divonis 3,5 tahun penjara.

Namun, Choel mengajukan peninjauan kembali (PK) dan hukumannya dipotong enam bulan penjara dengan alasan telah mengembalikan seluruh uang suap.(OL-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More