Minggu 22 September 2019, 01:10 WIB

Manado Merayakan Toleransi

MI | Weekend
Manado Merayakan Toleransi

MI/Tosiaini
Festival Manado Fiesta

AKHIR Juli lalu, pusat Kota Manado, Sulawesi Utara, disemarakkan sebuah pesta. Festival Manado Fiesta, namanya.

Pembukaan festival dilakukan pada Sabtu (27/7). Diawali dengan menampilkan tarian kolosal dari berbagai daerah di Indonesia oleh para pelajar Kota Manado. Ada tarian khas Jawa, Bali, Kalimantan, Sumatra, Papua, dan juga tarian milik tuan rumah Manado. Semua tarian mewakili keragaman budaya yang dimiliki Indonesia.

Bagian berikutnya, puluhan muda-mudi berpawai mengenakan aneka kostum yang menggambarkan kekayaan laut Indonesia. Seperti dalam wujud bintang laut, ganggang, dan lainnya. Juga tampilan atraksi drumband dari Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri (STPDN). Kemudian, para tokoh agama yang hidup berdampingan dengan rukun di Manado berjalan bergandengan tangan. Mereka melambangkan situasi kehidupan penuh toleransi di daerah tersebut.

Manado benar-benar sedang berpesta sejak hari itu. Pesta Manado Fiesta berlangsung hingga 4 Agustus 2019, ditandai dengan pemecahan rekor 3.000 penyelam yang bersama-sama menyelam di laut Manado. Gelaran tingkat nasional yang diselenggarakan Pemerintah Kota (Pemkot) Manado ini menampilkan keragaman budaya, suku, dan agama sebagai cerminan toleransi di daerah tersebut.

“Kota Manado selalu ingin menjaga kerukunan dan keberagaman. Nilai-nilai toleransi kami tampilkan dari Sulawesi utara untuk Indonesia melalui Festival Manado Fiesta,” jelas Wali Kota Manado Ficky Lumentut.

Menurutnya, festival itu merupakan event tahunan utama Manado yang telah digelar rutin selama tiga tahun terakhir. Kegiatan ini, katanya, diselenggarakan Pemkot dan masyarakat untuk menyambut kebijakan Gubernur dalam menjadikan Sulut sebagai daerah tujuan wisata kawasan timur Indonesia, sejajar dengan Bali dan daerah lainnya.
Pihaknya menarget kunjungan 1 juta turis datang ke Sulut yang pintu utamanya melalui Manado.

Tahun ini, lanjutnya, festival lebih semarak karena adanya dukungan dari negara-negara sahabat. Sebut saja kehadiran para duta besar dari Kolombia, Libanon, Filipina, Laos, Pakistan, Thailand, Republik Korea Utara, Srilanka, Serbia, Libia, Korea Selatan, Polandia, dan Australia.

KRI Dewa Ruci juga ada di Teluk Manado merayakan festival tersebut. Ada 15 provinsi dan lima negara ikut dalam Flying Festival.

Menteri Pariwisata Arif Yahya, dalam sambutannya yang dibacakan Deputi Pengembangan dan Pemasaran 1 Regional III Kemenpar, Mohammad Riki, mengaku bangga Manado Fiesta terus eksis. (TS/M-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More