Sabtu 21 September 2019, 18:49 WIB

Pembagian Kaki Palsu untuk Bangkitkan Optimisme

Bayu Anggoro | Humaniora
Pembagian Kaki Palsu untuk Bangkitkan Optimisme

MI/Bayu Anggoro
Ketua Kick Andy Foundation Ali Sadikin dan penerima kaki palsu gratis, Idrus Berlian, Sabtu (21/9)

 

KICK Andy Foundation bekerja sama dengan TNI membagikan 34 kaki palsu gratis kepada warga Jawa Barat. Penyerahan dilakukan di Daerah Aliran Sungai Citarum di Rancamanyar, Kabupaten Bandung, Sabtu (21/9).

Penyerahan kaki palsu yang merupakan bagian dari peringatan HUT ke-74 TNI dihadiri langsung Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto.

Dalam sambutannya, Hadi menyebut acara ini digelar sebagai bentuk kepedulian TNI terhadap masyarakat khususnya yang kurang mampu. "Kami memahami, merasakan apa yang ada di masyarakat," katanya.

Oleh karena itu, pihaknya sengaja menyediakan berbagai kegiatan sosial dan pemeriksaan kesehatan secara gratis agar dapat benar-benar dirasakan masyarakat.

"Ini semua wujud kepedulian TNI kepada masyarakat," katanya.

Ketua Kick Andy Foundation, Ali Sadikin, mengatakan, kegiatan sosial bersama TNI ini rutin dilakukan setiap tahun. "Kita setiap tahun, setiap HUT TNI selalu berpartisipasi," katanya.

Pada peringatan HUT ke-74 TNI ini, menurutnya 33  penerima kaki palsu merupakan hasil penelusuran TNI di sekitar Jawa Barat. Mereka direkomendasikan oleh setiap Kodim yang ada di Kodam III/Siliwangi.

Melalui pemberian kaki palsu ini, dia berharap mereka bisa kembali optimistis dalam melanjutkan hidup. Sebab, menurut Ali, tidak sedikit warga putus asa dengan sisa umur mereka.

"Apalagi yang baru diamputasi. Dia merasa hidupnya selesai, enggak bermanfaat lagi," katanya.

Oleh karena itu, menurutnya Kick Andy Foundation memiliki perhatian khusus dalam penyaluran kaki palsu secara gratis ini. "Tagline kami, kaki palsu untuk hidup mandiri. Agar mereka kembali semangat, mereka masih bisa melanjutkan hidup sama seperti yang lain, tidak menggantungkan hidup ke orang lain," katanya.

Salah seorang penerima kaki palsu, Idrus Berlian, 44, merasa bersyukur dengan diterimanya kaki palsu. Warga Sadang Kabupaten Purwakarta ini sudah dua tahun kehilangan satu kakinya karena diamputasi akibat penyakit diabetes.

Meski masih harus belajar menggunakan kaki palsu, Idrus mengaku senang karena kepercayaan dirinya kembali pulih. "Pertama nyoba ada rasa takut, takut jatuh. Mudah-mudahan bisa segera bisa," katanya. (X-15)


 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More