Minggu 22 September 2019, 00:30 WIB

Ransiki, si Pekat Manis Asal Tanah Papua

MI | Weekend
Ransiki, si Pekat Manis Asal Tanah Papua

MI/Rizky Noor Alam
Cokelat Ransiki

BAGI Anda penggemar cokelat, wajib untuk mencoba produk cokelat terbaru dari Pipiltin Cocoa, cokelat Ransiki. Cokelat itu menggunakan cocoa dari Papua Barat dengan kadar dark chocolate 72%.

Cokelat ini amat spesial karena didatangkan langsung dari distrik Ransiki, Kabupaten Manokwari Selatan. Kawasan ini terletak dalam rangkaian ekosistem lanskap ‘Mahkota Permata Tanah Papua’ yang membentang dari Kabupaten Tambrauw, Pegunungan Arfak, Manokwari Selatan, hingga Teluk Bintuni yang diusulkan dalam kawasan strategis provinsi (KSP) berfungsi lindung pada dokumen Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Provinsi Papua Barat.

Rasanya terbilang unik. Meskipun kandungan dark chocolate-nya tinggi, rasanya tidak terlalu pahit cenderung creamy, nutty (terasa kacang-kacangan), dan earthy.

“Kalau varian yang 100%, orang yang diet keto ataupun vegetarian bisa makan dan rasa Ransiki ini meskipun dark chocolate, dia tidak pahit. Jadi lebih mudah dinikmati meskipun dark chocolate,” jelas pendiri sekaligus pemilik Pipiltin Cocoa, Tissa Aunilla, dalam acara peluncuran cokelat Ransiki di Jakarta, di penghujung Agustus.

Lebih lanjut, Tissa menjelaskan, rasa cokelat amat bergantung pada micro climate tempat cokelat tersebut ditanam. Setiap daerah memiliki karakteristik rasa cokelat yang berbeda-beda.

“Kalau cokelat dari Bali itu rasa­nya fruity keberi-berian, ada sedikit rasa asam buah beri dan creamy. Kalau dari Aceh, rasanya itu kekacang-kacangan. Dari Flores rasanya lebih ke cengkeh dan kopi. Jawa Timur rasanya lebih ke kismis dan madu. Itu semua rasanya dari biji cokelat tanpa diberikan rasa apa pun. Kalau tingkat kepahitan biasanya bisa disiasati dengan bagaimana teknik roasting-nya. Pengaruh rasa itu berasal dari micro climate. Jadi bergantung dari suhu udara, keasaman tanah, curah hujan, pohon-pohon di sekitarnya jenis apa saja, itu juga akan memengaruhi rasanya,” imbuh Tissa.

Bagi Anda yang khawatir gemuk karena konsumsi cokelat, jangan khawatir. Tissa mengungkapkan, cokelat yang sehat ialah cokelat dengan kadar cocoa di atas 70%. Pasalnya, kandungan susu dan gula tambahannya tidak banyak. Jadi, semakin tinggi persentasenya, semakin sehat karena cokelat memiliki kandungan antioksidan yang lebih tinggi ketimbang teh.

Cokelat Ransiki 72% bisa Anda temui di gerai-gerai Pipiltin Cocoa yang tersebar di sejumlah pusat perbelanjaan, seperti Grand Indonesia, Sarinah, Senayan City, Pacific Place, dan secara daring di Tokopedia. Harga cokelat ini hanya Rp75 ribu. (Riz/M-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More