Sabtu 21 September 2019, 23:50 WIB

Serunya Mendalang Wayang Sasak

Fetry Wuryasti | Weekend
Serunya Mendalang Wayang Sasak

MI/Fetry Wuryasti
Sejumlah anak dari SD Negeri 47 Ampenan Kota Mataram, Lombok, terlihat gembira menyaksikan pertunjukan wayang sasak

SEKELOMPOK dalang cilik usia sekolah dasar (SD) tampak semangat bercerita perang antara kelompok anak dan para monster sampah. Di hadapan teman sebayanya di SD Negeri 47 Ampenan Kota Mataram, Lombok, mereka memainkan wayang yang unik.

Unik karena wayang yang digunakan bukan terbuat dari kulit, melainkan dari botol-botol berisikan potongan sampah plastik yang dihias menjadi boneka.

Menarik ya sobat. Ternyata dalang cilik itu dari sekolah Pedalang Wayang Desa Sasak yang didirikan Abdul Latief Apriaman dan istrinya, pada 2015. Pak Abdul merasa miris dengan berkurangnya ruang komunikasi dan ekspresi anak, orangtua, serta lingkungan. Apalagi, kehadiran gawai yang membuat anak-anak lebih individualis.

Pak Abdul pun mulai mengumpulkan dan melatih anak-anak mendalang di belakang rumahnya lo Sobat. Ia pun meminta bantuan para dalang setempat mengajar.

“Alasan didirikannya karena jumlah dalang di Lombok tercatat 50 orang, yang aktif tidak lebih dari separuhnya,” cerita Pak Abdul selaku Ketua Yayasan pedalangan Wayang Sasak, saat ditemui di sela-sela Save Our Paper & Plastic yang digagas Smart Center KFC Indonesia, Divers Clean Action, dan 1.000 guru, pertengahan Agustus lalu.

Di samping itu, Pak Abdul ingin ada regenerasi dalang sehingga wayang sasak tetap eksis. Ternyata langkah Pak Abdul bersambut, kini sekolahnya semakin ramai dengan teman-teman dari Sanggar Alam Semesta yang berlatih secara gratis setiap Jumat dan Minggu. (M-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More