Sabtu 21 September 2019, 15:44 WIB

Polisi Tangkap Pelaku Karhutla di Kalsel

Antara | Nusantara
Polisi Tangkap Pelaku Karhutla di Kalsel

ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A
Foto udara lahan hutan Taman Nasional Sebangau yang telah terbakar di Palangka Raya, Kalimantan Tengah.

 

POLRES Hulu Sungai Selatan menangkap satu pelaku pembakaran hutan dan lahan bernama Mulyadi (27) di Desa Sungai Kupang, Kecamatan Kandangan, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan.

Kapolda Kalimantan Selatan Irjen Pol Yazid Fanani mengatakan tersangka Mulyadi dengan sengaja membakar lahan.

"Pelaku dengan sengaja membakar untuk membuka lahan pertanian untuk bercocok tanam," kata Yazid dalam keterangan tertulisnya, Sabtu.

Yazid menjelaskan, tersangka Mulyadi ditangkap saat anggota gabungan Polres Hulu Sungai Selatan yang dipimpin oleh Kapolres Hulu Sungai Selatan Wakapolres Hulu Sungai Selatan melakukan patroli kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

"Saat melaksanakan patroli karhutla, ada kepulan asap, kemudian tim mendatangi lokasi kepulan asap tersebut dan pada saat sampai di lokasi, pelaku sempat melarikan diri," katanya.

Saat itu Mulyadi sempat kabur ketika mengetahui adanya petugas. Lalu, petugas dengan cepat langsung mengejar dan menangkap Mulyadi.

Pelaku membuka lahan seluas 2.000 meter persegi (m2)dengan cara dibakar yang mana lahan tersebut akan digunakan untuk menanam jagung dan kacang. Api sudah berhasil dipadamkan oleh personel Polres Hulu Sungai Selatan.

"Selanjutnya pelaku dan barang bukti diamankan di Polres Hulu Sungai Selatan guna proses lebih lanjut," ujarnya.

Polisi pun menyita sejumlah barang bukti seperti satu buah mancis, satu bilah senjata tajam jenis parang dan satu buah alat semprot merek CBA warna biru kapasitas 16 liter berisi air.

"Pelaku dikenakan Pasal 187 ayat 1 KUHP, karena dengan sengaja menimbulkan kebakaran dan membahayakan bagi umum," kata Yazid.(OL-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More