Sabtu 21 September 2019, 14:30 WIB

Hizbullah Yakin Iran Bisa Hancurkan Arab Saudi dalam Perang

Haufan Hasyim Salengke | Internasional
Hizbullah Yakin Iran Bisa Hancurkan Arab Saudi dalam Perang

AFP/AL-MANAR TV
Ketua Hizbullah Sayyed Hassan Nasrallah

 

KELOMPOK milisi Hizbullah di Libanon memperingatkan Arab Saudi, Jumat (20/9), agar tidak berperang melawan Iran.

Kelompok itu menyebut Teheran akan menghancurkan Arab Saudi serta mengatakan Riyadh dan Uni Emirat Arab harus menghentikan konflik di Yaman untuk melindungi diri mereka sendiri.

Sayyed Hassan Nasrallah, ketua kelompok Syiah yang didukung Iran itu, juga mengatakan pertahanan udara baru tidak akan melindungi Arab Saudi dari jenis drone yang digunakan dalam serangan 14 September terhadap instalasi minyak Saudi.

Ketegangan meningkat di kawasan itu sejak serangan yang oleh pejabat di Washington dan Riyadh ditudingkan pada Iran, yang telah membantah keterlibatan mereka.

Baca juga: AS Kirim Pasukan ke Arab Saudi

Serangan itu diklaim gerakan Houthi, sebuah kelompok pemberontak yang berpihak pada Iran melawan aliansi pimpinan Arab Saudi dalam perang saudara di Yaman.

Hizbullah adalah kelompok Syiah bersenjata lengkap yang dibentuk Pengawal Revolusi Iran pada 1982 dan merupakan bagian utama dari aliansi regional yang didukung Teheran.

"Jangan bertaruh pada perang melawan Iran karena mereka akan menghancurkan Anda," kata Nasrallah dalam pidato televisi yang dikutip situs kantor berita Mesir, Ahram.

"Rumah Anda terbuat dari kaca dan ekonomi Anda terbuat dari kaca. Seperti kota-kota kaca di UEA."

Nasrallah mengatakan serangan terhadap instalasi Aramco menunjukkan kekuatan aliansi yang didukung Iran dan pertahanan udara baru tidak dapat dengan mudah mempertahankan Arab Saudi mengingat ukurannya dan kemampuan manuver drone yang digunakan. (Ahram Online/OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More