Sabtu 21 September 2019, 12:07 WIB

AS Kirim Pasukan ke Arab Saudi

Melalusa Susthira K | Internasional
AS Kirim Pasukan ke Arab Saudi

AFP/Alex Edelman
Presiden AS Donald Trump

 

HANYA selang beberapa jam setelah menjatuhkan sanksi baru untuk Iran, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kemudian menyetujui mengirimkan pasukan militer ke kawasan Teluk.

Langkah tersebut diambil Trump sebagai respon atas penyerangan terhadap fasilitas minyak milik Arab Saudi, Aramco, yang diduga dilancarkan Iran.

Menteri Pertahanan AS Mark Esper mengatakan pengiriman bantuan pasukan militer AS tersebut atas permintaan Arab Saudi dan Uni Emirat Arab.

"Menanggapi permintaan kerajaan, presiden menyetujui penempatan pasukan AS yang akan bersifat defensif, dan terutama berfokus pada pertahanan udara dan rudal," ujar Esper.

Kepala Staf Gabungan Joe Dunford mengatakan penempatan pasukan militer tersebut dikategorikan sebagai moderat dengan jumlah pasukan yang diperkirakan tidak mencapai ribuan.

Sebelumnya, Trump mengumumkan sanksi baru untuk Iran yang disebutnya sebagai sanksi terkeras yang pernah dijatuhkan AS terhadap negara lain.

Baca juga: Trump Umumkan Sanksi Baru untuk Iran

Namun, Trump menegaskan dirinya tidak berencana menjalankan serangan militer sembari mengecam mereka yang menuding dirinya berencana menggelar perang dengan Iran.

"Kami telah menjatuhkan sanksi terhadap bank nasional Iran. Ini adalah sanksi tertinggi yang pernah dijatuhkan kepada sebuah negara,” ujar Trump di Oval Office.

Departemen Keuangan AS memperbaharui sanksi mereka terhadap bank sentral Iran setelah pejabat AS menuding Iran yang menjadi dalang penyerangan fasilitas minyak Arab Saudi pada pekan lalu. Serangan itu menyebabkan harga minyak dunia melonjak.

Sanksi baru yang diterapkan Jumat (20/9) lalu dijatuhkan dengan alasan tambahan, yakni terorisme.

Departemen Keuangan mengatakan bank sentral Iran telah memberikan miliaran dolar kepada dua kelompok yang masuk daftar hitam AS. AS juga memberlakukan sanksi terhadap dana kekayaan negara Iran,

Menanggapi penjatuhan sanksi tersebut, Iran menjawab bahwa langkah tersebut menunjukkan bahwa AS telah kehabisan pilihan.

Sementara itu, pemberontak Houthi di Yaman, mengumumkan mereka akan menghentikan seluruh serangan ke Arab Saudi sebagai bagian inisiatif perdamaian untuk mengakhiri konflik di Yaman, lima tahun setelah kelompok itu merebut ibu kota Sanaa.

Konflik tersebut telah menewaskan puluhan ribu orang yang mayoritas merupakan warga sipil dan membuat jutaan orang terpaksa kelaparan.

Sebelumnya, pemberontak Houthi yang didukung Teheran di Yaman telah mengklaim serangan terhadap dua pabrik raksasa energi milik Arab Saudi tersebut.

Namun, AS menuding Iran yang menjadi dalang atas serangan yang dimaknainya sebagai tindakan perang tersebut.

Menanggapi hal tersebut, Iran pun membantah tuduhan AS dan Arab Saudi yang menuding mereka mempersenjatai kelompok Houthi. (AFP/OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More