Sabtu 21 September 2019, 13:15 WIB

Favre Dukung Hummels Dipanggil Kembali ke Timnas Jerman

Basuki Eka Purnama | Sepak Bola
Favre Dukung Hummels Dipanggil Kembali ke Timnas Jerman

AFP/INA FASSBENDER
Mats Hummels

 

PELATIH Borussia Dortmund Lucien Favre mencemplungkan diri dalam perdebatan mengenai apakah Mats Hummels layak dipanggil lagi ke timnas Jerman. Favre bersikeras Hummels layak membela tim Panser di laga mereka berikutnya.

Selepas penampilan buruk di Piala Dunia 2018, Joachim Loew mendepak Hummels, Jerome Boateng, dan Thomas Mueller dari timnas Jerman pada Maret lalu.

Hummels meninggalkan Bayern Muenchen untuk memulihkan kariernya dan kembali ke mantan klubnya Dortmund, yang diantarkannya menjadi juara Bundesliga 2011 dan 2012.

Bersama Dortmund, Hummels sukses memberikan stabilitas dan keseimbangan di lini belakang.

Hummels mengantarkan Dortmund melumat Bayer Leverkusen 4-0 pada Sabtu (14/9) di ajang Bundesliga sebelum menaham imbang Barcelona tanpa gol di laga Liga Champions, Selasa 917/9).

Baca juga: Valverde Puji Penampilan Apik Ter Stegen Kontra Dortmund

"Setelah dua laga terakhirnya, saya rasa dia layak kembali ke timnas Jerman. Bagi, saya itu sangat jelas. Namun, bukan saya yang membuat keputusan," ujar Favre.

Dortmund akan bertandang ke markas Frankfurt pada Minggu (22/9) dan Hummels diperkirakan akan kembali menjadi andalan di lini belakang.

Lini belakang Jerman diacak-acak Belanda pada bulan lalu dengan laga berakhir dengan kekalahan tim Panser 4-2. Karenanya, legenda Bayern Lothar Matthaeus menyebut pengalaman Hummels adalah aset yang dibutuhkan Loew.

"Jika dia bermain seperti saat ini, dia adalah salah satu bek tengah terbaik di Jerman," ujar Matthaeus yang merupakan kapten timnas Jerman saat menjadi juara Piala Dunia 1990.

Jika dia adalah pelatih timnas Jerman, tambah Matthaeus, Hummels pasti akan menjadi andalan. (AFP/OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More