Sabtu 21 September 2019, 09:55 WIB

Pimpinan KKB Aceh Ditembak Mati

Ferdian Ananda Majni | Politik dan Hukum
Pimpinan KKB Aceh Ditembak Mati

ANTARA/ZAID
Tiga anggota Brimob berjaga di ruang masuk IGD RSUD Tgk Chik Di Tiro Sigli, tempat korban baku tembak dirawat, di Pidie, Aceh, Kamis (19/9).

 

POLISI berhasil menembak mati 4 anggota kelompok kriminal bersenjata (KKB) pimpinan Abu Razak di Pidie Jaya, Aceh. Walaupun demikian, polisi belum bisa membasmi kelompok ini karena diduga masih punya anggota belasan orang.

“Iya KKB ini, kemarin (Ka-mis, 19/9) di Aceh. Masih banyak (anggota yang tersisa), tapi tidak begitu (banyak), ya mungkin bisa tinggal 10 atau 15 lagi,” kata Kepala Divisi Humas Polri Irjen Muhammad Iqbal di Jakarta, kemarin.

Keempat pelaku yang tewas yakni Abu Razak, Wan Neraka, Zulfikar, dan Hamdi. Sementa-ra seorang pelaku, Wan Ompong, kini ditahan dan sedang menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Aceh. Sementara itu, barang bukti yang didapatkan, yaitu AK 56 lipat, revolver, peluru AK dan revolver berjumlah lebih kurang 100 butir.

“Mudah-mudahan yang kritis itu sehat, kita bisa dalami interograsi untuk membuka tersangka-tersangka lain, pelaku-pelaku lain,” terangnya.
Ia menjelaskan, pihaknya mengapresiasi Polda Aceh yang berupaya menumpas pergerakan KKB ini dalam beberapa waktu belakangan.

“Alhamdulillah berhasil, di-sergap, terjadi kontak tembak, dan kita berhasil melakukan pelumpuhan. Tindakan keras dan terukur, gitu kan,” ujarnya.

Iqbal menjelaskan, KKB pimpinan Abu Razak terpaksa dilumpuhkan karena melakukan perlawanan terhadap petugas. Bahkan sempat terjadi aksi kejar-kejaran dan baku tembak dengan tim satgas KKB yang melakukan penyergapan.

“Karena mereka mempunyai senjata dan pelurunya masih banyak. Itu tentu mengancam nyawa petugas. Ketika ancaman itu terjadi, pilihan petugas untuk mengambil tindakan tegas terukur walaupun akibatnya mematikan,” sebutnya.

Iqbal mengaku, saat ini masih terdapat belasan pengikut Abu Razak yang masih berstatus daftar pencarian orang (DPO). Iqbal berharap dengan tewasnya pimpinan KKB Abu Razak, aksi kejahatan yang merugikan masyarakat dapat diminimalkan di Aceh.

“Pimpinannya dan seluruh anggota itu memang DPO. Pelaku-pelaku yang menjadi buron dan sudah beberapa kali melakukan aksi kejahatan, perampokan, dan kekerasan,” lanjutnya.

Berdasarkan kronologi keja-dian, Tim Opsnal mendapat informasi bahwa Abu Razak turun dari Bukit Cerana Kecamatan Simpang Mamplam, Bireuen dengan menggunakan mobil Avanza BL 1342 R menuju arah Banda Aceh. Kemudian Tim Satgas KKB melaksanakan pengejaran hingga di depan Keude Tringgadeng Kabupaten Pidie Jaya. Di sana terjadi baku tembak antara KKB yang dipimpin Abu Razak dengan Satgas Penindakan KKB. Satgas Penindakan KKB akhirnya berhasil melumpuhkan kelompok tersebut.

Ancam kedaulatan

Kelompok Abu Razak diduga melakukan penculikan terhadap seorang warga di Bireuen, Aceh. Mereka kemudian bersembunyi di Bukit Cerana, Kecamatan Simpang Mamplam, Bireuen.

Iqbal menyebutkan selain melakukan aksi kejahatan, KKB ini juga turut menyampaikan pesan yang bertentangan dengan NKRI.

“Mereka berupaya untuk menyampaikan pesan-pesan yang tidak sejalan dengn Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan mereka mempunyai senjata,” katanya.

Iqbal menyebutkan, pihak-nya juga akan mendalami senjata api yang dimiliki kelompok tersebut. (P-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More