Sabtu 21 September 2019, 07:15 WIB

Pendekatan Humanis Kepala BNPB di Kalteng

mediaindonesia.com | Nusantara
Pendekatan Humanis Kepala BNPB di Kalteng

Dok BNPB
Kepala BNPB Doni Monardo memberikan tausiyah di Masjid Al-Amin Banturung

 

SAAT berkunjung ke Kalimantan Tengah, Kepala BNPB Doni Monardo menyempatkan diri melakukan salat bersama warga. Tidak hanya itu, Doni juga menyampaikan pesan sebagai pendekatan humanis kepada masyarakat dengan memberikan tausiyah di Masjid Al-Amin Banturung, Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Jumat (20/9).

Pada kesempatan itu, Doni menyampaikan pesan kepada jamaah untuk bersama-sama menjaga hubungan dengan Tuhan, manusia dan alam.

"Kita harus menjaga Hablum Minallah, Hablum Minannas dan Hablum Minal Alam," kata Doni.

Pesan tersebut berkaitan dengan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kalimantan Tengah. Dampak asap dari karhutla sangat merugikan kesehatan masyarakat setempat, khususnya infeksi saluran pernafasan akut (ISPA).

Setelah melakukan tausiyah, Kepala BNPB juga menyempatkan diri mengunjungi sebuah puskesmas yang merawat anak terpapar ISPA akibat dampak asap karhutla.

Baca juga: Jumlah Titik Karhutla di Bengkulu Terus Bertambah

Berdasarkan data Pusat Penanggulangan Krisis (PPK) Kementerian Kesehatan, rekapitulasi data penyakit ISPA 2019 di beberapa provinsi sebagai berikut, Provinsi Riau pada periode Februari - September tercatat sejumlah 268.591 jiwa, sedangkan di Provinsi Jambi pada periode Juli - Agustus sejumlah 63.554. Pada Provinsi Sumatera Selatan, jumlah terpapar ISPA periode Maret - September tercatat 291.807. Di Kalimantan Barat, periode Februari - September, data tercatat sejumlah 163.662, kemudian Kalimantan Tengah pada periode Mei - September sejumlah 36.419 dan Kalimantan Selatan pada periode Juni - Agustus sejumlah 60.993.

Sementara itu, sebelum melakukan salat Jumat, Doni melakukan pantauan udara di atas langit Kalimantan. Dalam perjalanan menggunakan helikopter dari Banjarmasin menuju Palangkaraya, Kepala BNPB melihat hutan dan lahan sengaja dibakar. Doni kemudian membagikan foto-foto yang terkirim melalui pesan digital.

“Bukti bahwa lahan yang terbakar atau dibakar akan menjadi kebun,” tulis Doni dalam pesan Whatsapp.

Foto memperlihatkan pola teratur dan hanya kebakaran di luar daerah perkebunan, serta lahan juga dekat dengan perkebunan yang sudah ada. (RO/OL-2)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More