Sabtu 21 September 2019, 01:50 WIB

Anak Muda Bela Lingkungan

Melalusa Susthira K | Internasional
Anak Muda Bela Lingkungan

AFP/BEN STANSALL
Aktivis lingkungan melakukan aksi protes global climate strike di London, Inggris, kemarin

 

JUTAAN anak muda di berbagai negara, kemarin, memulai demonstrasi global terkait dengan perubahan iklim.

Aksi yang diawali dari Australia dan Kepulauan Pasifik itu menuntut agar orang dewasa mengambil tindakan untuk mencegah bencana alam.

Ketika matahari terbit, berbagai aksi dimulai di Kepulauan Pasifik yang terancam banjir, mulai Vanuatu, Solomon, hingga Kiribati. Anak-anak muda menyanyikan ‘Kami tidak tenggelam, kami ber­juang’.

Mereka bergabung dengan puluhan ribu anak muda Australia yang menjadikan #climatestrike sebagai tagar terpopuler. Para anak muda Australia itu berkumpul di Sydney, Melbourne, dan puluhan kota lainnya.

Gerakan itu diinisiasi akti­vis lingkungan asal Swedia berusia 16 tahun, Greta Thunberg, lalu menyebar ke seluruh dunia, mulai Sydney hingga ke Seoul dan Sao Paolo.

Anak-anak muda mengenyam­ping­kan buku pelajaran mereka dan bergabung dalam salah satu seruan kolektif terbesar yang pernah ada.
Thunberg, yang telah menjadi ikon gerakan global climate stri­ke, menekankan banyak solusi yang diabaikan begitu saja oleh orang dewasa.

Ia menyerukan kepada anak-anak muda untuk mengambil alih upaya menanggulangi perubahan iklim. “Semuanya penting, apa yang Anda lakukan penting,” katanya dalam pesan video kepada para pendukung.

Thunberg telah membawa pesan­nya ke Kongres AS awal pekan ini untuk memohon anggota parlemen mengambil tindakan nyata guna mencegah bencana ling­kung­an. Ia juga menemui mantan Presiden AS, Barack Obama, dan menerima penghargaan Amnesty International.

Meskipun massa dari beberapa otoritas lokal, sekolah, dan bisnis Australia berpartisipasi dalam aksi pemogokan, sejumlah siswa masih mendapat peringatan bahwa ketidakhadiran mereka harus dilengkapi surat keterangan.

Para siswa tak gentar dan tetap ikut berunjuk rasa soal lingkungan. “Kami di sini untuk mengirim pesan kepada orang-orang yang berkuasa, para politikus, bahwa kami peduli dan ini sangat penting bagi kami. Jika tidak, kita tidak akan memiliki lagi masa depan,” ujar siswa berusia 16 tahun bernama Will Connor kepada AFP di Sydney.

Lebih dari 5.000 acara direncanakan di seluruh dunia. Puncak­nya pada demonstrasi besar-besaran di New York saat 1,1 juta siswa dari sekitar 1.800 sekolah umum diizinkan untuk bolos sekolah dan mengikuti gerakan global climate strike tersebut.


Perubahan iklim

Dijuluki sebagai gerakan ‘Jumat untuk Masa Depan’, kampanye ini menginginkan agar anak-anak di seluruh dunia mengambil pe­ran yang lebih aktif dalam men­dorong orang dewasa agar merundingkan perubahan iklim secara lebih serius.

Selain itu, mereka menuntut para politikus dan pebisnis mengambil tindakan tegas yang diperlukan untuk menghentikan pemanasan global.

Gerakan pemuda dari berbagai belahan dunia kemarin juga me­ramaikan persiapan dihelatnya berbagai acara terkait dengan perubahan iklim di New York.

Menurut rencana, KTT Iklim Pemuda akan diadakan di PBB pada hari ini. Acara tersebut kemudian akan dilanjutkan dengan pertemuan tingkat tinggi yang dihadiri Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, Senin (23/9).
 
Guterres akan mendesak para pemimpin dunia untuk meningkatkan komitmen mereka seba­gai­mana yang dibuat dalam ke­­­sepakatan iklim Paris 2015.  Perjanjian tersebut mendorong negara-negara di seluruh dunia untuk ikut mengatasi pemanasan global dengan cara yang bijaksa­na. (X-11)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More