Jumat 20 September 2019, 21:40 WIB

Banyak Kasus Sengketa Bisnis, Badan Mediasi Independen Diperlukan

Mediainindonesia.com | Ekonomi
Banyak Kasus Sengketa Bisnis, Badan Mediasi Independen Diperlukan

Antara
Pembina (IMAC), M Husseyn Umar sedang memukul gong saat peresmian IMAC di Balai Kartini, Jakarta, Jumat (20/9).

 

BERANGKAT dari keprihatinan atas maraknya kasus sengketa antara para pelaku bisnis di Tanah Air yang tidak terselesaikan, sejumlah pengacara mendirikan International Mediation and Arbitration Center (IMAC) sebagai badan mediasi independen.

Menurut Aryoputro Nugroho yang dipilih sebagai Direktur Eksekutif IMAC, organisasi itu hadir untuk menjadi pilihan utama para pelaku  bisnis yang sedang menyelesaikan sengketa.

"Kami akan memberikan pelayanan terutama melalui proses mediasi, selain tersedia pula pelayanan arbitrase dan APS lainnya,” jelas Anangga di sela-sela acara peresmian IMAC di Balai Kartini, Jakarta Selatan, Jumat  (20/09).

Baca juga: BANI Perluas Jaringan di Kancah Internasional

“Kami juga akan mengembangkan penggunaan mediasi, arbitrase dan APS lainnya dengan menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan, memberikan sertifikasi, meningkatkan standar keahlian dan etika, serta mensosialisasikan pemahaman, penggunaan dan pemanfaatan mediasi dan bentuk-bentuk APS lainnya,” tambahnya.

Sementara itu, Pembina IMAC, M Husseyn Umar menyebutkan bahwa mediasi sebagai salah satu alat untuk penyelesaian sengketa.

“Mediasi semakin banyak diperlukan, agar mendapatkan suatu kesepakatan dan dalam arbitrase juga sama selalu diusahakan untuk mencapai perdamaian dengan mediasi.”

Menurutnya, dalam Peraturan MA No. 1 Tahun 2016 Tentang Prosedur Mediasi di Pengadilan, secara langsung mediasi diatur sebagai tahap penyelesaian sengketa yang wajib dijalankan sebelum memasuki tahap persidangan di pengadilan.  

Namun, mediasi yang dijalankan secara mandiri juga sangat efektif digunakan oleh para pihak yang dengan niat baik akan menyelesaikan sengketa secara damai.  Untuk itu diperlukan adanya lembaga independen bidang mediasi, sebagaimana juga pada arbitrase dan alternatif penyelesaian sengketa (APS) lainnya.

“Bahkan lembaga dunia United Nation Commission on International Trade Law (UNCITRAL) telah menerbitkan sebuah dokumen United Nations Convention on International Settlement Resulting from Mediation pada 7 Agustus 2019 ”

Husseyn berharap dengan adanya IMAC ini dapat mengedukasi, mengembalikan falsafah bangsa Indonesia, yaitu musyawarah dan mufakat, karena mediasi adalah landasan tersebut dan mediasi dapat berkembang di dunia bisnis. (Ant/A-3)

Baca Juga

ANTARA

Rupiah Menguat Respons Positif Skenario Normal Baru

👤Antara 🕔Rabu 27 Mei 2020, 10:34 WIB
Pada pukul 9.40 WIB, rupiah menguat 15 poin atau 0,1% menjadi Rp14.740 per dolar AS dari sebelumnya Rp14.755 per dolar...
ANTARA

IHSG Kembali Menghijau, Sentimen Positif Terus Berlanjut

👤Despian Nurhidayat 🕔Rabu 27 Mei 2020, 09:47 WIB
Berdasarkan pantauan pada pukul 09.00 WIB, IHSG dibuka naik 0,04% atau 2,03 poin ke posisi...
DOK Kementerian PPN/Bappenas

Bappenas: Konsultasi Triwulanan untuk Sinergi Lawan Covid-19

👤Dwi Tupani 🕔Rabu 27 Mei 2020, 09:37 WIB
“Presiden meminta Kementerian PPN/Bappenas untuk mendesain ulang Sistem Kesehatan Nasional, oleh karena itu kami juga berharap hal...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya