Jumat 20 September 2019, 23:10 WIB

Komisi XI Gelar Fit and Proper Susulan

MI | Ekonomi
Komisi XI Gelar Fit and Proper Susulan

MI/Susanto
Anggota Komisi XI DPR dari Fraksi PDIP Hendrawan Supratikno

 

PEMILIHAN anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) oleh Komisi XI DPR yang sedianya berlangsung Kamis (19/9) malam batal dilaksanakan.

Rapat Pleno Komisi XI justru memutuskan untuk menggelar uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) terhadap 30 calon yang belum pernah mengikuti uji tersebut di Komisi XI.

Keputusan itu diambil pimpinan Komisi XI DPR setelah mempertimbangkan keputusan rekomendasi dari Dewan Perwakilan Daerah (DPD).

“Keputusan voting malam ini batal. Senin dan Selasa depan (23-24 September) kami akan fit and proper test 30 calon anggota BPK yang belum dites, baru Rabu (25/9) voting,” kata anggota Komisi XI DPR dari Fraksi PDIP Hendrawan Supratikno, kemarin.

Sebelumnya DPD telah menyerahkan 15 nama calon anggota BPK yang dianggap layak kepada DPR. Dari 15 nama itu, 2 di antaranya belum ikut tes yang digelar Komisi XI.

Dengan digelarnya tes susulan itu, 62 calon yang mendaftar diberi kesempatan yang sa­ma untuk mengikuti fit and proper test.

Ahmad Najib Qodratullah, anggota Komisi XI dari Fraksi PAN, juga membenarkan keputusan Komisi XI untuk mengundang 30 nama calon anggota BPK yang belum mengikuti tes.

“Artinya, hal ini sejalan dengan UU BPK, sekaligus meres­pons rekomendasi dari DPD,” ucapnya. Sejalan dengan itu, Fraksi Partai Golkar merotasi anggotanya yang duduk di Komisi XI.

Kabar itu diperkuat melalui surat Fraksi Partai Golkar yang ditandatangani oleh Ketua Fraksi Adies Kadir. Dalam surat bernomor SJ.00.2641/FPG/DPRRI/IX/2019 itu terungkap sebanyak tujuh anggota Komisi XI dari Partai Golkar diganti.

Dari uji kelayakan dan kepatutan yang digelar DPD pada 16-17 September 2019, DPD merekomendasikan 15 nama calon anggota BPK periode 2019-2024 kepada Komisi XI DPR.

Ke-15 nama tersebut ialah Akhmad Muqowam, Harry Azhar Aziz, Achsanul Qosasi, Shohibul Imam, Sahala Benny Pasaribu, Muhammad Syarkawi Rauf, Muhammad Yusuf Ateh, Candra Wijaya, Eddy Suratman, Tjatur Sapto Eddy, Daniel Lumban Tobing, Willgo Zainar, Kukuh Prionggo, Ahmad Noor Supit, dan Hendra Susanto. (*/E-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More