Jumat 20 September 2019, 17:10 WIB

Serangan Jamur Ganas Membuat Rekayasa Pisang Dunia Dikebut

Bintang Krisanti | Weekend
 Serangan Jamur Ganas Membuat Rekayasa Pisang Dunia Dikebut

Antara
Serangan jamur ganas telah membuat perkebunan pisang di Filipina, India, dan Kolombia rusak.

MERUPAKAN salah satu buah paling populer di dunia, tidak terbayangkan jika keberadaan pisang di dunia ini bisa terancam. Namun itulah yang kini terjadi di banyak negara.

Keberadaan pisang terancam akibat serangan jamur ganas. Sejauh ini, serangan jamur ganas itu telah terjadi di Filipina, India, dan Kolombia hingga menyebabkan rusaknya pisang di banyak perkebunan di sana. Diyakini pula, sebentar lagi persebaran jamur itu bakal meluas ke berbagai negara lainnya di Amerika Latin. Jika terjadi, serangan di wilayah terakhir ini, khususnya Ekuador, sangat mengkhawatirkan karena negara tersebut merupakan pengekspor utama pisang ke Amerika Serkat (AS) dan Eropa.

Begitu meluasnya serangan jamur tersebut karena kebanyakan jenis pisang yang sekarang ini dibudidayakan berasal dari bibit hasil kloning alias identik secara genetik. Dengan begitu serangan di satu tempat, sudah hampir pasti menyebabkan kerusakan serupa di perkebunan lainnya.

Jenis jamur ganas yang menjadi biang kerok saat ini adalah dari jenis Wabah Panama, yakni Tropical Race 4 (TR4). Jamur ini tidak membuat pisang berbahaya dimakan. Melainkan jamur ini bekerja menghambat jalur distribusi air dan nutrien pada tanaman pisang sehingga mematikan pohon.

"Dole, Del Monte, mereka semua memasarkan jenis pisang yang sama," jelas Randy Ploetz, ahli penyakit tanaman dari Universitas Florida, AS, yang sekaligus merupakan orang pertama yang mengidentifikasi penyakit jamur yang berasal dari Taiwan pada akhir 80-an.

Ploetz melanjutkan, jika saat ini hampir seluruh pisang yang ada di pasaran merupakan seragam dan perkebunan pisang dijalankan secara monokultur. "Jadi ketika ada penyakit berbahaya seperti Tropical Race 4 ini maka itu akan menyebar dengan sangat cepat di perkebunan monokultur tersebut dan hasilnya parah," sebagaimana dilansir Fastcompany.com, Rabu (11/9).

Untuk mencegah kepunahan pisang di pasar, para peniliti Inggris, Australia, hingga Kolombia berkejaran dengan waktu untuk merekayasa ulang pisang. Namun hasil rekayasa ulang itu tidak dapat dengan cepat dibuat.

Pada laboratorium tanaman milik Tropic Bioscience di Inggris, ilmuwan menggunakan gen CRISPR. Gen ini berfungsi untuk mengedit gen tanaman dan telah digunakan pada tanaman kopi. Pada tanaman itu ilmuwan telah berhasil menggunting genom yang berperan menghasilkan kafein.

Namun untuk menghasilkan pisang jenis Cavendish yang tahan terhadap penyakit, ilmuwan menggunakan teknologi tambahan. Alih-alih menggunting gen, mereka menggunakan mekanisme teknologi yang mampu mengubah gen RNA. Dengan begitu gen yang dituju dapat dimatikan atau ditidurkan saja. (M-1)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More