Jumat 20 September 2019, 16:30 WIB

Kota Banjarbaru Ditetapkan Darurat Kabut Asap

Denny Susanto | Nusantara
Kota Banjarbaru Ditetapkan Darurat Kabut Asap

MI/Denny Susanto
Petugas darat BPBD Kalimantan Selatan berjibaku memadamkan kebakaran lahan gambut.

 

KONDISI kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Selatan hingga kini belum mampu tertanggulangi. Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kalsel menetapkan status darurat seiring semakin parahnya serangan kabut asap di wilayah Kota Banjarbaru dan sekitar Bandara Syamsuddin Noor.

"Sejak sepekan terakhir wilayah Kota Banjarbaru ditetapkan dalam status darurat kabut asap akibat kondisi kabut asap yang sedemikian parah. Namun saat ini kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah Kalsel mulai menurun," ungkap Kepala BPBD Kalsel, Wahyudin Ujud, Jumat (20/9).

Wilayah Kota Banjarbaru menjadi daerah terparah dilanda kabut asap dikarenakan sebagian wilayah ini adalah lahan gambut. Kabut asap menyebabkan terganggunya jadwal penerbangan di Bandara Syamsudin Noor, aktivitas masyarakat setempat serta gangguan kesehatan berupa  merebaknya kasus ISPA. Kabut asap juga menyebabkan kualitas udara di wilayah ini menurun.

Menurut Wahyudin pihaknya bersama Satgas Karhutla Kalsel telah mengambil langkah-langkah penanganan strategis guna memadamkan kebakaran yang melanda kawasan lahan gambut ini. Terakhir adalah upaya pembasahan atau penenggelaman kawasan lahan gambut yang terbakar di wilayah sekitar bandara seluas lebih kurang 1.000 hektar di Kelurahan Guntung Damar dan Pengayuan.

Koordinator Manggala Agni Kalsel, Zulkarnaen mengatakan kawasan sekitar bandara menjadi fokus penanganan karhutla karena menjadi sumber kabut asap di Kalsel. Satgas Karhutla sejak beberapa pekan terakhir bekerja siang malam.

"Upaya pemadaman api menemui kendala karena yang terbakar sebagian adalah lahan gambut dan kemarau menyebabkan sumber air menjadi sulit diperoleh," ujarnya.

Berdasarkan data Pusat Pengendalian dan Operasional BPBD Kalsel hingga kini luas karhutla mencapai 4.379 hektar dengan jumlah titik api berdasarkan pantauan satelit aqua terra sebanyak 574 titik dan NOAA 500 titik api. Titik api terbanyak terjadi di Kota Banjarbaru 66 titik, Kabupaten Banjar 110 titik, Tapin 113 titik dan Hulu Sungai Selatan 77
titik api.

baca juga: Polisi Tambah Tersangka Karhutla

Sementara luas karhutla terparah terjadi di Kota Banjarbaru 417 hektar, Kabupaten Banjar 783 hektar dan Tanah Laut 918 hektar. Diperkirakan 80% luas karhutla adalah lahan APL atau pertanian. Pantauan Media, Kamis (19/9) malam BPBD Kalsel bersama Satgas Karhutla Kalsel menggelar rapat koordinasi penanganan karhutla yang dipimpin langsung Kepala BNPB, Doni Monardo. (OL-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More