Jumat 20 September 2019, 16:19 WIB

Mantan Presiden Tunusia Ben Ali Meninggal di Pengasingan

Haufan Hasyim Salengke | Internasional
Mantan Presiden Tunusia Ben Ali Meninggal di Pengasingan

AFP
Mantan Presiden Tunisia Zine El Abidine Ben Ali

 

MANTAN Presiden Tunisia Zine El Abidine Ben Ali, 83 pemimpin pertama yang digulingkan oleh gelombang revolusi unjuk rasa Musim Semi Arab, wafat, Kamis (19/9) waktu setempat tutup usia di Arab Saudi.

"Kami sudah mengonfirmasi meninggalnya 30 menit yang lalu," kata Kementerian Luar Negeri Tunisia, Kamis (20/9) sore tanpa memberikan rincian lebih lanjut seperti dilaporkan AFP.

Pengacaranya, Mounir Ben Salha mengonfirmasi berita itu dengan mengutip anggota keluarga dan dokter Ben Ali.

Ben Ali, memerintah negara Afrika Utara itu dari 1987 hingga 2011, dipandang oleh beberapa pihak sebagai benteng melawan ekstrimisme Islam. Ia menghadapi kritik karena membungkam oposisi dan keengganannya untuk menjalankan demokrasi. Akhirnya, tumbuh frustrasi atas situasi pengangguran dan meroketnya harga barang di Tunisia. Pada akhir 2010, seorang pedagang muda di Sidi Bouzid, di pusat negara miskin, membakar dirinya untuk memprotes penghinaan oleh polisi.

Kejadian itu memicu protes yang mengguncang Tunisia dan memicu tindakan keras mematikan. Pada saat itu para pemrotes menang. Pada 14 Januari 2011, Ben Ali melarikan diri dari Tunisia ke Arab Saudi. Kepergiannya yang cepat memicu serangkaian revolusi serupa di seluruh wilayah, menggulingkan pemimpin kuat Mesir dan Libya Hosni Mubarak dan Moamer Kadhafi.

baca juga: Buaya Laut dari Zaman Jurassic Ditemukan

Gejolak itu juga memicu perang delapan tahun yang menghancurkan Suriah. Pada pertengahan 2012, Ben Ali dijatuhi hukuman seumur hidup karena perannya dalam kematian demonstran selama aksi unjuk rasa. Lebih dari 300 orang tewas dalam represi awal gerakan protes. (OL-3)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More