Jumat 20 September 2019, 15:05 WIB

Beras Berfortifikasi dari Bulog, Ada Asam Folat hingga Zat Besi

Andhika Prasetyo | Ekonomi
Beras Berfortifikasi dari Bulog, Ada Asam Folat hingga Zat Besi

MI/Ramdani
Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso.

 

Perum Bulog berkomitmen mendukung program pemerintah yang ingin memajukan kualitas sumber daya manusia (SDM) di Tanah Air. Upaya yang dilakukan ialah dengan meluncurkan beras berfortifikasi atau dengan kandungan nutrisi mulai dari Vitamin A, Vitamin B1 (Tiamin), Vitamin B3 (Niasin), Vitamin B6, Vitamin B9 (Asam Folat), Vitamin B12, zat besi dan zinc.

Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso menuturkan, salah satu syarat untuk mendukung SDM unggul terlihat dari asupan pangan.

Baca juga: Buaya Laut dari Zaman Jurassic Ditemukan

"Perintah Presiden Jokowi itu jelas yakni SDM unggul. SDM unggul itu berangkat dari pangan yang dasarnya adalah beras. Jadi beras itu harus berkualitas, harus ada vitaminnya. Kalau beras yang kita makan itu bervitamin, sehat dan higienis, kualitas SDM kita pasti akan baik," ujar Budi di kantornya, Jakarta, Jumat (20/9).

Pria yang akrab disapa Buwas itu mengatakan peluncuran produk tersebut sudah mendapat persetujuan Kementerian Kesehatan dan diawasi Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Sama seperti beras reguler atau tanpa kandungan nutrisi, beras berfortifikasi juga terbagi ke dalam dua jenis yakni medium dan premium.

Untuk level medium, perseroan mematok harga sebesar Rp12 ribu per kilogram (kg). Sementara, yang premium dihargai Rp20 ribu per kg.

Beras berfortifikasi itu nantinya juga akan didistribusikan untuk memenuhi program Bantuan Pangan Non-Tunai bersama beras reguler atau tanpa kandungan nutrisi.

"Jadi kami persiapkan stoknya. Masyarakat nanti yang memilih. Kami tidak bisa paksakan masyarakat untuk membeli produk yang bervitamin karena selisih harganya cukup besar. Kalau mereka mau pilih beras medium biasa yang Rp8.600 per kg ya tidak masalah karena mereka memilih yang banyak," tandasnya. (Pra/A-5)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More