Jumat 20 September 2019, 14:35 WIB

Saatnya Metode Dakwah Menjurus Pada Pengendalian Masa Depan

Reza Sunarya | Nusantara
Saatnya Metode Dakwah Menjurus Pada Pengendalian Masa Depan

MI/Reza Sunarya
KH Maman Imanulhaq

 

PENGASUH Pesantren Al-Mizan Majalengka, KH Maman Imanulhaq menegaskan, metode dakwah yang dikembangan Nahdlatul Ulama (NU) sudah saatnya menjurus pada pengendalian masa depan. Hal itu ditandai dengan kecepatan, kompleksitas, risiko, perubahan, dan kejutan.  

Metode dakwah NU yang dijiwai tiga nilai utamanya yaitu kebijaksanaan, keluwesan, dan moderatisme akan tetap berdiri kokoh sebagai organisasi dakwah Islam moderat.

"Untuk mengendalikan masa depan, para juru dakwah NU harus memperhatikan empat nilai yakni antisipasi, adaptasi, evolusi, dan inovasi," kata KH Maman Imanulhaq, pada Rapat Pleno Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) 2019 di Pesantren Al-Muhajirin, Cisereuh Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, Jumat (20/9).

Selama ini, lanjut Maman, para pendakwah NU cenderung mengusung bersikap antisipasipatif, mengabaikan tiga nilai lainya yakni adaptasi, evolusi dan inovasi.

"Kelompok lain yang anti kebhinekaan, Pancasila, dan NKRI justru lebih kreatif dan inovatif dalam menguasai kanal media digital seperti Youtube, Twitter, Facebook. Kelompok moderat kurang militan dan cenderung tidak mau berinovasiâ€," tegas tokoh Muda NU yang akrab dipanggil Kang Maman.

Menurutnya, juru dakwah NU, baik dai (laki-laki) atau daiyah (perempuan), harus menguasai Kitab Kuning, Kitab Putih dan Kitab Abu-abu. Artinya mereka memiliki kemampuan dan wawasan keilmuan agama yang luas, mampu menganalisa realitas masyarakat dan harus masuk ke dalam bagian persoalan yang dihadapi masyarakat. Mereka juga perlu membangun model strategi yang cocok diterapkan di masyarakat sesuai dengan zamannya.

"Para Dai harus memahami ruang dan waktu, mengenali aktor dan agent budaya modern dan membangun jaringan yang luas dan plural" tutur mantan Direktur Relawan TKN Jokowi Amin ini.

Seminar nasional ini dihadiri ratusan warga NU. Forum ini mengangkat transformasi dakwah di era digital. Nara sumber pada forum ini adalah KH Maman Imanulhaq, Direktur Informasi dan Komunikasi Perekonomian Maritim Kominfo RI, Septriana Tangkary dan dai muda NU Aqib Malik (Gus Aqib).

baca juga: Sumber Air Sedikit Kendala Pemadaman Karhutla

Adapun Septriana Tangkary mengatakan bahwa komitmen NU sangat terkait dengan penguatan pemahaman keagamaan untuk umat muslim di Indonesia. Menurutnya, seiring dengan perkembangan zaman tantangan yang dihadapi oleh masyarakat juga berbeda. Sehingga membutuhkan model pendekatan baru.

"Jumlah penduduk Indonesia 2.682 juta. Sementara pengguna internet ada 150 juta orang. Jadi sangat besar potensinya dalam mengembangkan berbagai hal termasuk dakwah dan usaha," kata Septriana. (OL-3)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More