Jumat 20 September 2019, 12:48 WIB

Jalur Sepeda Berada di Ruas Jalan Ganjil-Genap Jakarta

Insi Nantika Jelita | Megapolitan
Jalur Sepeda Berada di Ruas Jalan Ganjil-Genap Jakarta

Insi Nantika Jelita
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (helm hitam).

 

PEMERINTAH Provinsi DKI Jakarta telah melakukan uji coba tahap pertama penambahan tujuh jalur sepeda. Area uji coba dibagi dalam 3 fase dengan total panjang 63 km. Menurut Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, jalur sepeda tersebut disiapkan di jalan yang terkena aturan ganjil-genap.

Fase pertama jalur sepeda itu sebanyak 25 km. Diutamakan di jalur-jalur yang kena kebijakan ganjil genap. Jadi tadi pagi (uji coba) dari Velodrome, Rawamangun sampai ke Balai Kota di jalur yang ganjil genap, kita siapkan," ujar Anies di Balai Kota, Jakarta, Jumat (20/9).

Baca juga: Kepala Daerah se-Provinsi Jambi Berupaya Atasi Karhutla

Tiga fase jalur sepeda itu meliputi wilayah Jakarta Timur, Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, dan Jakarta Barat. Saat ini baru diuji cobakan fase pertama dengan tujuh jalur yang diresmikan hari ini yaitu Jalan Pemuda, Jalan Pramuka, Jalan Proklamasi, Jalan Pangeran Diponegoro, Jalan Imam Bonjol, Jalan M.H Thamrin lewati Sarinah lalu ke Patung Kuda dan terakhir jalur sepeda di Jalan Jalan Medan Merdeka Selatan.

"Kami berharap tidak hanya 63 km ini tapi seluruh mayoritas tempat di Jakarta bisa ada jalur sepedanya. Kalau gunakan sepeda di jalur ganjil genap jauh lebih leluasa. Ini terasa kok 16 km awal lebih cepat naik sepeda daripada naik kendaraan motor dan enggak berat," kata Anies

Dalam kesempatan yang sama, perwakilan The Institute for Transportation and Development Policy (ITDP) Heather Thomson mengatakan langkah pemprov DKI yang menyediakan jalur sepeda sepanjang 63 km itu demi menggaungkan kampanye Friday for Future.

“Menakjubkan melihat Jakarta membuat gerakan di jalur yang benar. Saya pikir jakarta sudah melakukan kerja yang bagus dengan garis pembatas bersepeda di mana itu akan dilindungi," tandasnya. (Ins/A-5)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More