Jumat 20 September 2019, 11:00 WIB

Asap Karhutla Dipastikan Masuk Medan

Yoseph Pencawan | Nusantara
Asap Karhutla Dipastikan Masuk Medan

ANTARA FOTO/Septianda Perdana
Sebuah kereta api Railink bandara Kualanamu melintas dengan latar belakang kota Medan yang diselimuti kabut asap di Sumatra Utara

 

BADAN Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memastikan asap kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di Riau dan sejumlah daerah lain di Indonesia sudah menyebar ke Sumatra Utara, termasuk Kota Medan.

Kepala Balai Besar Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika Wilayah I Edison Kurniawan mengungkapkan dalam beberapa hari terakhir kondisi di wilayah Sumatra Utara, termasuk Medan, diliputi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan.

"Hal ini ditandai dengan terjadinya penurunan jarak pandang (udara kabur) berkisar antara 1-5 km dan kondisi ini bertahan lama dari pagi hingga malam hari," kata Edison, Jumat (20/9).

BMKG telah melakukan analisa awal terhadap perkembangan titik panas (hotspot) dan penyebaran kabut asap melalui pengamatan cuaca dan citra satelit sebaran asap.

Berdasarkan citra sebaran asap serta pola arah angin, terpantau adanya asap yang berasal dari provinsi tetangga yang telah memasuki wilayah Sumatra Utara, khususnya bagian Selatan hingga Tengah.

Baca juga: Diduga Terpapar Kabut Asap, Pejabat Riau Meninggal Dunia

Selain itu, berdasarkan pengamatan Satelit Aqua dan Terra, jumlah titik panas (hotspot) dengan tingkat kepercayaan tinggi (81-100%) di Sumatra Utara dalam tiga hari terakhir sebanyak 1 titik yang terjadi di Kabupaten Tapanuli Tengah.

Karena itu, asap yang sampai di wilayah Sumatera Utara diperkirakan merupakan akumulasi dari asap akibat kebakaran hutan di wilayah Sumatra Utara sendiri dan dari provinsi tetangga.

Hal ini didukung dengan pergerakan angin yang dominan dari arah Tenggara hingga selatan yang membawa partikel asap ke arah utara termasuk wilayah Medan.

Beberapa wilayah di Sumatra Utara, khususnya Kota Medan dan sekitarnya, dalam beberapa hari terakhir terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.

Kondisi itu menyebabkan kelembaban meningkat sehingga terjadi pencampuran antara mist (halimun) dan kabut asap pada pagi hari. Pada saat hujan, kandungan uap air di udara cukup tinggi dan kondisi ini juga mengakibatkan jarak pandang berkurang. Pada saat udara terpapar asap dan bercampur dengan partikel udara basah (uap air), jarak pandang pun akan semakin buruk.

Namun partikel basah tersebut akan hilang menjelang siang karena menguap. Sedangkan asap yang merupakan partikel kering akan tetap bertahan di udara.

Untuk prospek ke depan, hotspot dan kabut asap dinilai perlu diwaspadai meski dalam beberapa hari ke depan wilayah Sumut juga masih cenderung hujan dengan intensitas ringan hingga sedang.

Berdasarkan kondisi itu, BMKG mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar rumah dan menggunakan masker jika beraktivitas di luar rumah.

"Namun masyarakat tidak perlu terlalu cemas dan selalu mengikuti informasi terbaru BMKG," ujar Edison.

BMKG juga akan menginformasikan perkembangan terbaru kepada instansi terkait untuk mengatasi kemunculan asap akibat kebakaran hutan dan lahan.(OL-5)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More