Jumat 20 September 2019, 10:50 WIB

Lalu Lintas Padat, Evaluasi Ganjil Genap akan Dilakukan

Tri Subarkah | Megapolitan
Lalu Lintas Padat, Evaluasi Ganjil Genap akan Dilakukan

MI/Tri Subarkah
Kemacetan di Jl Salemba

 

AKHIR minggu kedua penerapan perluasan sistem ganjil genap, lalu lintas di beberapa ruas jalan terpantau lancar. Namun, di beberapa titik masih terjadi kepadatan.

Media Indonesia pada Jumat (20/9), kembali menyusuri tujuh dari 16 ruas jalan yang mengalami dampak perluasan sistem tersebut. Mulai dari fly over Pemuda yang mengarah ke Jl Pramuka, Jakarta Timur, lalu lintas terpantau lancar sejak pukul 06.50 WIB.

Namun, terjadi kepadatan tepatnya saat memasuki persimpangan Matraman. Kepadatan tersebut diakibatkan oleh pertemuan volume kendaraan baik yang akan mengarah ke Proklamasi maupun Senen. Hal ini diperparah akibat penumpukan kendaraan di Jl Tambak.

Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan DKI Jakarta Prapto Priyanto akan melakukan beberapa evaluasi untuk mengatasi kepadatan tersebut.

"Nanti begitu masuk satu bulan (penerapan ganjil genap) akan ada evaluasi dan kita lakukan beberapa treatment. Misal contoh lampu merahnya kita atur, kita prioritaskan. Kita lakukan di simpang Tambak untuk jam ganjil genap pagi hari," terangnya saat ditemui Media Indonesia di fly over Matraman.

Baca juga: Anies: Perluasan Ganjil Genap Efektif Kurangi Macet

Media Indonesia kemudian berbelok ke arah Jl Salemba. Pada pukul 07.30 WIB, terjadi kepadatan yang cukup parah sepanjang 500 meter, tepatnya dari halte Salemba UI. Namun begitu memasuki Jl Kramat Raya, lalu lintas mulai lancar.

Penyusuran dilanjutkan ke Jl Senen Raya hingga Jl Gunung Sahari. Tak ada kepadatan yang berarti di dua ruas jalan tersebut. Aiptu Budi, salah satu petugas kepolisian yang berjaga di Jl Gunung Sahari mengatakan sistem ganjil genap berhasil menurunkan tingkat kepadatan di sepanjang Jl Gunung Sahari.

Budi mengatakan sebelum diberlakukan sistem ganjil genap, kondisi di Jl Gunung Sahari tepatnya di Pintu Besi mengalami kemacetan yang parah.

"Terutama dari yang arah Kemayoran, Pasar Baru dan dari Senen. Kalau yang dari Ancol kurang," ujarnya.

Untuk mengatasi kepadatan di Pintu Besi, lanjut Budi, lampu lalu lintas kerap tidak digunakan. Artinya, ia dan rekannya akan berkoordinasi untuk menyeleksi ruas-ruas jalan yang padat agar diprioritaskan untuk berjalan lebih dulu. Namun, sejak pemberlakuan ganjil genap, hal itu sudah tidak dilakukan lagi.

Dari Jl Gunung Sahari, Media Indonesia berbelok ke Jl Mangga Besar untuk memantau kondisi Jl Hayam Wuruk dan Jl Gajah Mada. Pada pukul 08:10 WIB, kondisi lalu lintas di kedua jalan tersebut terpantau lancar.(OL-5)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More