Jumat 20 September 2019, 10:55 WIB

Tol Layang Japek Beroperasi November

*/E-2 | Ekonomi
Tol Layang Japek Beroperasi November

MI/IHFA FIRDAUSYA
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-Pera) Basuki Hadimuljono (kanan)

 

MENTERI Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-Pera) Basuki Hadimuljono menyampaikan optimismenya bahwa tol layang (ele-vated) Jakarta-Cikampek sudah dapat dinikmati masyarakat pada November 2019. Apalagi progres pengerjaan pembangunannya hingga kemarin sudah mencapai 96,5%.

"Rencananya uji beban terlebih dahulu yang akan dilakukan pada 23 September 2019. Jadi, insya Allah November akan bisa kita operasikan untuk dimanfaatkan oleh masyarakat," lanjut Basuki saat meninjau sekaligus menjajal tol elevated tersebut, kemarin.

Dari segi teknik konstruksi, imbuhnya, tol layang itu bukan sekadar jalan raya. Tol itu juga sekaligus menjadi jembatan karena berdiri di atas 9.000 tiang pancang yang terbentang sepanjang 36,8 kilometer, dari Cikunir hingga Karawang Barat.

"Kira-kira 9.000 tiang pancang dibangun untuk jalan layang ini. Jadi, ini termasuk jembatan terpanjang di Indonesia, 36,8 km. Ini jembatan semua, elevated. Jadi bisa dibilang jembatan terpanjang," tutur Basuki.

Menteri Basuki mengaku dirinya kerap 'ditodong' pertanyaan, kapan tol layang tersebut diresmikan?

"Saya tegaskan, tahun ini!" tegasMenteri PU-Pera.

Perihal tarif tol tersebut, Direktur Utama PT Jasa Marga Desi Arryani menuturkan hal itu masih dalam pembahasan pihaknya bersama pihak terkait lainnya.

"Kami masih presentasi dengan Ditjen Bina Marga dan BPJT (Badan Pengatur Jalan Tol). Mekanisme trafficnya ini seperti apa, ini masih terus dibahas," ujarnya.

Sementara itu, BPJT memperkirakan tarif tol Jakarta-Cikampek sekitar Rp1.700-2000 per kilometer.

"Kalau enggak salah 1.700-2.000 per kilometer. Ini akan kita rebalancing," ujar Kepala BPJT Danang Parikesit. (*/E-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More