Jumat 20 September 2019, 04:30 WIB

ISED Naikkan Mutu SDM Manufaktur dan Pariwisata

. (*/E-3) | Ekonomi
ISED Naikkan Mutu SDM Manufaktur dan Pariwisata

ist
Istasius Angger Anindito, Deputi Direktur Pariwisata Kementerian PPN-Bappenas, dalam Inclusive Sustainable Economic Development (ISED)

 

Indonesia telah memasuki era digitalisasi dan industri 4.0 seiring dengan diluncurkannya Making Industry 4.0 oleh pemerintah. Tantangan utama yang dihadapi ialah suplai dan kebutuhan tenaga kerja yang kompeten dalam menghadapi era tersebut.

Hal itu diungkapkan Istasius Angger Anindito, Deputi Direktur Pariwisata Kementerian PPN-Bappenas, dalam Inclusive Sustainable Economic Development (ISED) Dialogue Forum 2019 di Jakarta, kemarin.

Angger menyoroti kebutuhan tenaga kerja dan sistem pendidikan pelatihan teknis dan kejuruan atau TVET (technical and vocational education and training) agar tenaga kerja Indonesia lebih siap dan 'dipersenjatai' dengan baik sehingga memiliki keterampilan yang dibutuhkan untuk dapat bertahan di era digitalisasi dan industri 4.0.

"Training for trainers saat ini sangat penting, tetapi training harus sesuai dengan demand (permintaan) industri dan aplikatif. Maka lembaga pendidikan (sekolah kejuruan) atau swasta penyelanggara pelatihan harus menyiapkan materi yang sesuai kebutuhan industri," jelas Angger.

ISED merupakan proyek kerja sama pemerintah Indonesia melalui Bappenas dan pemerintah Jerman sejak 1958. Tujuan proyek ialah untuk memperkuat kapasitas sektor swasta dan publik guna mempromosikan peluang kerja inklusif dan berkelanjutan.

Pariwisata berkelanjutan menjadi sektor pertama proyek ISED. Sektor kedua yang dipilih ialah manufaktur dengan fokus pada industri makanan dan minuman.

Secara umum, pelaku industri manufaktur yang terlibat dalam program ISED menyambut baik kerja sama tersebut. Training Development Supervisor PT Niramas Utama (Inaco) Fifi Novalita Sari, misalnya, mengatakan seluruh program yang ditawarkan berjalan seiring dengan apa yang dibutuhkan oleh Inaco.

"Kami juga memperoleh nilai tambah dan menjadi lebih produktif secara umum," katanya.

Sementara itu, General Manager Golden Palace Lombok, Ernanda Agung Dewobroto, menambahkan bahwa pihaknya sangat mengapresiasi initiatif-inisiatif yang dilakukan proyek ISED dan sangat antusias untuk turut berpartisipasi. (*/E-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More