Kamis 19 September 2019, 23:20 WIB

Serangan Kilang Minyak Saudi Aksi Perang Iran

Haufan Hasyim Salengke | Internasional
Serangan Kilang Minyak Saudi Aksi Perang Iran

AFP
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo

 

MENTERI Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo mengutuk serangan terhadap infrastruktur minyak Arab Saudi sebagai tindakan perang dari Iran.

Kecaman datang ketika Riyadh meluncurkan bukti baru yang disebut menunjukkan serangan itu tidak diragukan disponsori oleh musuh bebuyutannya tersebut.

Komentar itu meningkatkan risiko konflik yang lebih luas di kawasan Teluk yang bergolak setelah serangan Sabtu lalu menghantam jantung industri minyak kerajaan, menghancurkan setengah produksi, mengguncang pasar energi. "Ini ialah serangan Iran," tegas Pompeo kepada wartawan, Rabu (18/9), setibanya di kota barat Jeddah. Ia menyebut serangan itu sebagai tindakan perang dari Iran. "Ini serangan skala yang belum pernah kita lihat sebelumnya," ujarnya.

Meskipun AS telah menegaskan bahwa mereka percaya Iran dalang serangan itu, Presiden Trump telah menunjukkan dirinya enggan terlibat dalam respons militer. Trump mengatakan AS memiliki banyak pilihan untuk meresponsnya.

"Ada opsi pemungkas dan ada opsi yang jauh lebih sedikit dari itu," katanya. "Kita akan lihat. Kita berada dalam posisi yang sangat kuat."

Arab Saudi merilis apa yang dikatakannya sebagai puing 25 pesawat nirawak dan rudal jelajah yang menargetkan dua fasilitas di timur negara itu. "Serangan itu diluncurkan dari utara dan disponsori oleh Iran," kata juru bicara Kementerian Pertahanan Turki, Al-Maliki.

Para pakar PBB telah pergi ke Arab Saudi untuk menyelidiki serangan itu, ujar Sekretaris Jenderal Antonio Guterres, memperingatkan konsekuensi yang menghancurkan dari konfrontasi besar.

 

Daftar target Iran

Perencana militer AS yang menimbang pembalasan dilaporkan telah meneruskan daftar target Iran, termasuk kilang minyak Abadan, salah satu yang terbesar di dunia, atau Khark Island, fasilitas ekspor minyak terbesar negara itu.

Target potensial lainnya termasuk lokasi peluncuran rudal dan aset lain dari Korps Pengawal Revolusi Islam elite, dan pangkalan di barat daya di mana kegiatan yang tidak biasa menunjukkan mereka memiliki peran dalam serangan itu.

"Setiap serangan terhadap Iran hampir pasti akan dilakukan oleh tembakan rudal jelajah dari kapal-kapal Angkatan Laut. Pesawat akan melakukan serangan jika Iran membalas gelombang pertama," kata surat kabar New York Times.

Cinzia Bianco, seorang analis Timur Tengah di Dewan Eropa untuk Hubu-ngan Luar Negeri, mengatakan insiden itu memicu rantai peristiwa eskalasi yang tidak terkendali.

"Di dalam Arab Saudi ada ketidakpastian mengenai tindakan yang paling tepat. Namun, pemikiran dominan di sana menunjuk ke AS menargetkan infrastruktur kritis di Iran untuk meminimalkan atau mengecualikan biaya manusia," katanya.

CBS News mengutip seorang pejabat AS yang tidak disebutkan namanya mengatakan pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei menyetujui serangan itu dengan syarat menyangkal keterlibatan Iran.

Para pejabat AS yang dikutip mengatakan bukti paling memberatkan terhadap Iran ialah foto-foto satelit yang belum dirilis yang memperlihatkan Korps Pengawal Revolusi Iran membuat persiapan untuk serangan di pangkalan udara Ahvaz-nya.

Sementara itu, Prancis mengirim tujuh pakar militer untuk menyelidiki serangan pada fasilitas minyak Saudi, termasuk spesialis bahan peledak, lintasan rudal, dan sistem pertahanan darat ke udara. (AFP/I-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More