Kamis 19 September 2019, 20:15 WIB

Angka Sakit Malaria di Lembata sudah Menurun Drastis

Alexander P Taum | Nusantara
Angka Sakit Malaria di Lembata sudah Menurun Drastis

MI/Alexander P Taum
Pertemuan Koordinasi Tingkat Sub Sub Recipient (SSR) Kabupaten Lembata Program Malaria Perdhaki

 

SEJAK Persatuan Karya Dharma Kesehatan Indonesia (Perdhaki) terlibat dalam program pemberantasan penyakit malaria di kawasan Indonesia Timur, khususnya di Lembata, Nusa Tenggara Timur, tahun lalu, angka sakit Malaria di wilayah Lembata 2019, menurun drastis.

Bermitra dengan Yayasan Papa Miskin, Perdhaki telah menangani 20 desa di Kabupaten Lembata 2018/2019 guna mengeliminasi malaria di Lembata, salah satu wilayah endemik malaria.

Berdasarkan data angka kesakitan malaria atau Annual Parasite Incidence (API) per tahun yang dikeluarkan Kementerian Kesehatan RI pada 2013, NTT menjadi salah satu dari lima provinsi di kawasan timur Indonesia dengan tingkat kegawatan angka kesakitan malaria. Sedangkan angka API Kabupaten Lembata pada 2018 mencapai 7,49.

Oleh karena itu, Kabupaten Lembata adalah salah satu wilayah endemik malaria di NTT.

Ketua Yayasan Papa Miskin, Romo Kristo Soge, dalam Pertemuan Koordinasi Tingkat Sub Sub Recipient (SSR) Kabupaten Lembata Program Malaria Perdhaki, Kamis (19/9), mengatakan, pertemuan koordinasi yang digelar bersama Dinas Kesehatan, bertujuan untuk mengevaluasi program kerja Perdhaki malaria di Lembata 2018/2019.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lembata, dr Lusia Sandra GA, pun meminta semua puskemas di Kabupaten Lembata juga bergerak melakukan inovasi demi membasmi malaria di wilayah masing-masing.

"Jangan tunggu program dari dinkes saja baru jalan. Tapi juga harus buat inovasi," ungkap Lusia saat Pertemuan Koordinasi Tingkat Sub Sub Recipient (SSR) Kabupaten Lembata Program Malaria Perdhaki di Hotel Palm, Kamis.

Selama ini, menurut Lusia, Yayasan Papa Miskin dan Perdhaki dengan segala macam cara sudah membantu pemerintah untuk menghilangkan malaria di Lembata.


Baca juga: Diduga Terpapar Kabut Asap, Pejabat Riau Meninggal Dunia


Kepala Dinkes Kabupaten Lembata, menandaskan, usaha mengeliminasi malaria di Lembata mulai menujukan hasil menggembirakan. Hal ini ditunjukkan dengan adanya penurunan kasus malaria yang sangat drastis yakni di bawah 1%. Namun persoalannya, dari penurunan yang begitu drastis itu ada kekhawatiran datanya benar atau tidak, atau ada kesalahan dalam analisis yang kurang mendalam.

"Mudah-mudahan angka di bawah satu itu benar bukan karena ada pasien yang tidak terdeteksi dan tidak terobati," ujar Lusia. .

Sementara, Sub Recipient Perdhaki Wilayah Keuskupan Ende, Ard Dalo, menambahkan, bermitra dengan Yayasan Papa Miskin Perdhaki telah menangani 20 desa di Kabupaten Lembata 2018/2019 guna membasmi dan mengeliminasi malaria.

Dikatakan, di tahun mendatang kemungkinan jumlah desa yang ditangani bisa mencapai 30 desa. Deken Lembata, Romo Sinyo da Gomez, berterima kasih kepada semua mitra karena sudah bekerja sama mengatasi malaria di Lembata.

"Ada kesulitan yang dialami. Ada kekurangan logistik. Ini jadi pekerjaan rumah sehingga kebutuhan ini bisa terpenuhi," pesannya.

Dia berpesan bagi para mitra supaya selalu berkoordinasi berkoordinasi dengan semua stakeholder di desa.

Menurut dia, gereja memang harus membangun kerja sama yang baik dengan semua stakeholder.

"Saya berterima kasih kepada Perdhaki pusat karena memilih Lembata sebagai sasaran. Kalau masyarakat sehat kami juga senang karena umat kami juga sehat. Saya Harap ada kerja sama yang baik supaya bisa mengeliminasi malaria di sini," ujar Romo Deken Lembata. (OL-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More