Kamis 19 September 2019, 19:05 WIB

Gempa Jatim Disebabkan Deformasi Batuan Lempeng Indo-Australia

M Ahmad Yakub | Nusantara
Gempa Jatim Disebabkan Deformasi Batuan Lempeng Indo-Australia

ANTARA
Sejumlah pegawai pemerintahan berhamburan saat terjadinya gempa di Jawa Timur

 

DUA gempa di wilayah laut Jawa pada Kamis (19/9) terjadi akibat deformasi atau perubahan batuan pada Lempeng Indo-Australia, kata Kepala Bidang Mitigasi Gempabumi dan Tsunami BMKG Daryono.    

"Gempa ini juga menjadi bukti bahwa aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia di kedalaman 500 kilometer di bawah Laut Jawa masih aktif. Di bawah Laut Jawa tersebut Lempeng Indo-Australia menunjam dan menukik curam hingga kedalaman lebih dari 600 kilometer," ungkap Daryono di Jakarta, Kamis sore.

Sebelumnya, telah terjadi gempa di wilayah laut Jawa pada pukul 14.06 WIB dan 14.31 WIB pada Kamis, dengan kekuatan masing-masing memiliki magnitudo 6,1 SR dan 6,0 SR dengan jarak episenter 21 kilometer. Gempa itu sangat terasa di daerah Jawa Timur sampai ke Bali.  

Gempa jenis dalam atau deep focus earthquake itu berlokasi di laut sekitar 88 km arah timur laut kota Rembang, Jawa Tengah. di kedalaman 620 km. Gempa kedua terjadi 75 km timur laut kota Rembang dan terjadi di kedalaman 623 km.


Baca juga: Gempa Susulan di Tuban Capai 6 Magnitudo


Kedua gempa itu dirasakan getarannya sampai ke Madura, Malang, Denpasar, Mataram, Lombok Barat, Lombok Tengah, dan Sumbawa. Belum ada laporan dampak kerusakan akibat gempa tersebut dan tidak berpotensi tsunami.

Alasan mengapa getaran gempa itu terasa cukup jauh adalah karena hiposenter atau pusat gempa yang dalam sehingga spektrum guncangan dirasakan dalam wilayah yang luas. Gempa dengan kedalaman melebihi 300 km sendiri merupakan fenomena alam yang menarik karena jarang terjadi.

Proses terjadinya gempa hiposenter hingga kini masih misteri.   

"Ada teori yang menjelaskan kaitannya dengan perubahan sifat kimiawi batuan pada suhu dan tekanan tertentu," ungkap Daryono.    

Aktivitas seismik ini sendiri, menurut Daryono, terjadi karena adanya pengaruh gaya slab pull yaitu gaya tarik lempeng ke bawah akibat tarikan gravitasi Bumi yang ditandai dengan mekanisme sumber gempa yang berupa sesar turun. (Ant/OL-1)

Baca Juga

Dok. Humas Pemkab Ciamis

Covid-19: Pasar Panjalu dan Puskesmas Panumbangan Ciamis Ditutup

👤Adi Kristiadi 🕔Kamis 04 Juni 2020, 21:30 WIB
PASAR Panjalu dan Puskesmas Panumbangan Kabupaten Ciamis ditutup sementara. Penutupan tersebut terkait temuan pasangan suami istri yang...
Antara

Pasien Covid-19 Padang Panjang Sembuh Semua

👤Yose Hendra 🕔Kamis 04 Juni 2020, 21:00 WIB
Setelah dua pasien covid-19 dinyatakan sembuh, Kamis (4/6), maka Kota Padang Panjang, Sumatra Barat tidak ada pasien...
Antara

Kapok Ngeprank, Ferdian Paleka Janji Buat Konten Positif

👤Henri Siagian 🕔Kamis 04 Juni 2020, 20:51 WIB
Tetapi, dia mengaku belum merencanakan melakukan apapun setelah keluar dari jeruji tahanan. "Istirahat lah, di rumah dulu. Lihat nanti...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya