Kamis 19 September 2019, 15:11 WIB

Buya Syafii: KPK tidak Suci, tapi Wajib Dibela

Akmal Fauzi | Politik dan Hukum
Buya Syafii: KPK tidak Suci, tapi Wajib Dibela

MI/Ardi Teristi
Syafii Maarif

 

MANTAN Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah Ahmad Syafii Maarif atau Buya Syafii menyayangkan langkah DPR dan pemerintah yang terburu-buru merevisi Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (KPK).

Atas polemik itu, Buya Syafii menegaskan KPK wajib untuk dibela. Namun, Anggota Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) itu menyebut bukan berarti lembaga antirasywah itu suci.

"KPK itu wajib dibela, diperkuat, tapi bukan suci loh KPK itu, itu harus diingat. Bukan suci," kata Buya Syafii usai bertemu Presiden Joko Widodo di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (19/9).

Buya Syafii mengkritik prosedur revisi UU KPK yang dibahas antara pemerintah dan DPR. Menurut dia, KPK tidak dilibatkan dalam proses pembahasan tersebut.

"Saya rasa kemarin kelemahannya prosedurnya kurang. KPK tidak diajak berunding oleh Kumham (Kementerian Hukum dan HAM) dan DPR," ujarnya.

Baca juga: Koalisi Sipil akan Gugat UU KPK ke MK

Dia juga mengkritisi ketentuan dewan pengawas dalam UU KPK. Hal itu menurutnya bisa dibahas baik dan buruknya bersama beberapa pihak terkait.

“Ada usul dewan pengawas. Sesungguhnya bisa didiskusikan itu. Tapi kan kemarin langsung digitukan (disahkan). Jadi terbakarnya teman-teman ini," kata Buya.

Meskipun demikian, Buya Syafii mengaku tak menyampaikan kritik soal revisi UU KPK ini kepada Jokowi. Dia hanya memberi masukan ihwal penyusunan kabinet untuk periode kedua pemerintahan Jokowi bersama Ma'ruf Amin.(OL-5)

Baca Juga

TNI AD

Di Hadapan Taruna Akmil, Prabowo Puji KSAD Andika

👤Ant 🕔Sabtu 11 Juli 2020, 22:15 WIB
"Ini baru KASAD pertama yang membuat akademi militer hanya untuk kecabangan satpur dan satbanpur," ujar...
TNI AD

Aktivitas Pembelajaran di Secapa TNI-AD Berjalan Normal

👤Bayu Anggoro 🕔Sabtu 11 Juli 2020, 22:06 WIB
TNI AD memiliki banyak tempat pendidikan di setiap daerah seperti Secapa di Kota Bandung. TNI AD tengah mengevaluasi terutama menyangkut...
Ist/Kemensos

Sejumlah Nama Masuk Bursa Calon Ketum Karang Taruna Nasional

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 11 Juli 2020, 17:48 WIB
Sebagai kementerian yang menaungi Karang Taruna, Mensos Juliari menilai organisasi kepemudaan tersebut butuh sosok pekerja keras yang...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya