Kamis 19 September 2019, 16:30 WIB

Hutan Gundul Akibat Perubahan Iklim dan Kebakaran

Galih Agus Saputra | Weekend
Hutan Gundul Akibat Perubahan Iklim dan Kebakaran

Antara
Hutan menjadi gundul akibat perubahan iklim dan kebakaran.

Perubahan iklim tampaknya bukan satu-satunya penyebab kerusakan hutan. Kebakaran juga menjadi salah satu penyebab utama perubahan besar pada sedimen, lahan basah, dan vegetasi.

Penyebab berkurangnya paru-paru dunia itu diungkapkan Andres Holz bersama rekan ilmuannya. Pengungkapan itu dilakukan setelah meneliti serbuk sari dan sisa arang di lokasi bekas kebakaran hutan, di Patagonia Barat, Amerika Selatan.

Dalam studi itu, kata Holz, menemukan perubahan secara drastis pada wilayah tersebut. Padahal dalam catatannya, wilayah itu tidak pernah berubah setidaknya sampai 2.000 tahun silam. Ketika kebakaran hutan terjadi, ada pergeseran yang cukup signifikan terhadap komposisi rawa dan hutan. Keduanya kemungkinan dipicu kombinasi variabilitas iklim dan deforestasi secara besar-besaran, yang muncul setelah kedatangan manusia.

"Iklim saja tidak mampu mengubah komposisi dominan di hutan-hutan ini. Sebaliknya, perubahan skala besar dan jangka panjang terlihat setelah ada aktivitas kebakaran pada ekosistem," tuturnya, seperti dilansir Science Daily.

Mengutip studi yang dilakukan sebelumnya, Holz lantas memperkirakan frekuensi kebakaran hutan akan meningkat pada abad 21. Pengingkatan itu sangat mungkin terjadi apabila didukung dengan peningkatan gas rumah kaca, yang sekaligus mempercepat perubahan pada ekosistem. Penelitian Holz ini diterbitkan dalam jurnal ‘Frontiers in Ecology and Evolution’ Januari tahun 2018. (M-3)

Baca juga : Partikel Polusi Udara Masuk Hingga Plasenta

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More