Kamis 19 September 2019, 09:28 WIB

Badan Pengawas Pemilu Perlu Improvisasi

Cahya Mulyana | Politik dan Hukum
Badan Pengawas Pemilu Perlu Improvisasi

Antara/Mohamad Irfan
Anggota Bawaslu Mochamad Afifuddin

 

ANGGOTA Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Mochamad Afifuddin mengajak pemimpin dan jajaran Bawaslu daerah untuk berani mengambil resiko. Itu dengan melakukan improvisasi dalam menjalankan tugas pengawasan.

Menurut Afifuddin, keberanian mengambil risiko seorang pemimpin banyak mendatangkan kemudahan dalam menjalankan tugas. Contohnya, jajaran pimpinan Bawaslu jelang Pemilu Serentak 2019 menerapkan sistem pengawasan daring berbasis aplikasi Android bernama Sistem Pengawasan Pemilu (Simalu).

Dia bilang, meski masih banyak kekurangan, tetapi dalam sengketa perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) di Mahkamah Konsitusi, terbukti Siwaslu banyak membantu Bawaslu dalam proses persidangan untuk memberikan keterangan tertulis.

Bahkan Simalu, lanjutnya, menunjukkan bukti kesiapan Bawaslu dalam meningkatkan sumber daya manusia guna menyukseskan pelaksanaan Pemilu Serentak 17 April 2019 lalu.

Afifuddin mengkalim, keberadaan Siwaslu diharapkan dapat meminimilasir kecurangan.

"Keberanian dalam berimprovisasi merupakan kehebatan seorang pemimpin," ujar Afifuddin dalam keterangan resmi, Kamis (19/9).

Ia menyadari bahwa Siwaslu tidak sempat mendapatkan penolakan namun dampaknya sistem itu memudahkan jajaran Bawaslu hingga tingkat pengawas TPS. "Memang tidak selalu kebijakan baik dapat didukung orang. Tapi yang penting Bawaslu sudah bekerja semaksimal mungkin," pungkasnya. (OL-09)

Baca Juga

MI/Benny Bastiandi

Wawan Setiawan Resmi Diajukan Demokrat jadi Cabup Cianjur

👤Benny Bastiandy 🕔Jumat 29 Mei 2020, 17:45 WIB
SEKRETARIS DPD Partai Demokrat Jawa Barat, Wawan Setiawan, resmi ditunjuk sebagai calon Bupati Cianjur pada Pilkada...
ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra

Dirut Baru TVRI Eks Kontributor Playboy, PKS: Offside Ini

👤Thomas Harming Suwarta 🕔Jumat 29 Mei 2020, 17:31 WIB
Setiap penyelenggara negara harus tunduk kepada TAP MPR RI No. VI/MPR/2001 Tahun 2001 tentang Etika Kehidupan...
MI/RAMDANI

Perpanjangan Darurat Covid-19 Tinggal Tunggu Presiden Jokowi

👤Henri Siagian 🕔Jumat 29 Mei 2020, 15:41 WIB
Di keputusan itu, masa darurat berlaku selama 91 hari atau sejak 29 Februari hingga 29 Mei atau hari...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya