Kamis 19 September 2019, 10:30 WIB

Aliran Fee ke Markus Nari hanya Rp4 Miliar

Dhika Kusuma Winata | Politik dan Hukum
Aliran Fee ke Markus Nari hanya Rp4 Miliar

MI/BARY FATHAHILAH
Terdakwa kasus dugaan proyek korupsi KTP-E Markus Nari .

 

TERDAKWA kasus KTP elektronik (KTP-E) yang juga mantan anggota Komisi II DPR Markus Nari disebut menerima duit senilai Rp4 miliar dari Andi Agustinus alias Andi Narogong. Uang dalam bentuk dolar Amerika Serikat itu diduga untuk mengamankan pembahasan anggaran KTP-E di DPR.

"Nilainya Rp4 miliar. Penyerahan uang kepada Markus di restoran Bebek Dower (di sekitar kantor TVRI, Senayan). Dulu itu tempat Bebek Dower, sekarang sudah tidak ada," kata mantan pejabat Kementerian Dalam Negeri Sugiharto saat bersaksi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta Pusat, kemarin.

Sugiharto yang merupakan pejabat pembuat komitmen (PPK) di Kemendagri saat itu menuturkan awalnya ia meminta kepada mantan Direktur Utama PT Quadra Solution Anang Sugiana untuk membantu menyiapkan uang senilai Rp5 miliar. Namun, kata, Sugiharto, hal itu tidak bisa dipenuhi akhirnya tersedia hanya Rp4 miliar dari Andi Narogong.

Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Burhanuddin mencecar soal nilai permintaan fee tersebut. "Kan mintanya Rp5 miliar. Saudara menyampaikan ini cuma Rp4 miliar? Tujuannya apa memberi uang itu, apa untuk memperlancar pembahasan anggaran KTP-E?," kata jaksa.

"Pokoknya kalau ditotal nilainya Rp4 miliar. Ya tidak lain itu saja (untuk pembahasan anggaran KTP-E)," jawab Sugiharto.

Dalam sidang dengan agenda mendengarkan keterangan saksi itu, turut dihadirkan mantan Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri Irman. Ia membenarkan perihal permintaan fee Rp5 miliar itu.

Menurut Irman, Markus meminta Rp5 miliar saat datang ke kantornya. "Dia (Markus) datang ke kantor, bilang 'Irman saya mohon bantuan. Tolong dibantu untuk kawan-kawan di Komisi II'. Saya tanya berapa Pak, dijawab 'saya belum tahu ya Rp5 miliar kalau bisalah'. Lalu, saya bilang kalau soal uang enggak ada."

Setelah pertemuan itu, Irman mengajak Markus menemui Sugiharto membahas membahas permintaan fee itu. Sugiharto, kata Irman, lantas menyanggupi dan menyerahkan uang tersebut 5 hari setelah pertemuan itu. (Dhk/P-1).

Baca Juga

MI/RAMDANI

Perpanjangan Darurat Covid-19 Tinggal Tunggu Presiden Jokowi

👤Henri Siagian 🕔Jumat 29 Mei 2020, 15:41 WIB
Di keputusan itu, masa darurat berlaku selama 91 hari atau sejak 29 Februari hingga 29 Mei atau hari...
MI/MOHAMAD IRFAN

Satgas Lawan Covid-19 DPR akan Rapat Gabungan Bahas New Normal

👤Putri Rosmalia Octaviyani 🕔Jumat 29 Mei 2020, 15:28 WIB
DPR akan mendengar kesiapan semua stake holder baik pemerintah maupun swasta dalam melakukan skema new...
Medcom.id

KPU Laporkan Kebocoran Data ke Bareskrim Polri

👤Sri Utami 🕔Jumat 29 Mei 2020, 14:01 WIB
"Surat tugas dari pimpinan KPU dan hasil terjemahan media sosial tidak dibawa. Maka hari ini direncanakan KPU datang kembali ke...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya