Kamis 19 September 2019, 09:55 WIB

Bandar Narkoba Ditembak Mati

DW/DG/N-2 | Nusantara
Bandar Narkoba Ditembak Mati

Medcom.id
Ilustrasi -- penembakan

 

HIDUP Ismail Muldan, 34, berakhir di tangan sejumlah anggota Satuan Reserse Narkoba Polres Muara Enim, Sumatra Selatan. Timah panas yang ditembakkan polisi mengakhiri kiprahnya di dunia.

"Ismail adalah bandar narkoba dan tercatat sebagai residivis. Terakhir, saat hendak ditangkap, ia berusaha kabur dan melawan petugas," papar Kasat Reserse Narkoba Polres Muara Enim Ajun Komisaris Putu Suryawan, kemarin.

Lokasi penangkapan berada di salah satu sudut hutan di Muara Enim. Dari tangan Ismail, polisi menyita sabu, senjata api rakitan, dan senjata tajam.

Di hutan itu, Ismail diduga hendak melakukan transaksi sabu dengan seorang pembeli. "Tersangka merupakan bandar lama. Dia juga residivis dalam kasus pencurian kendaraan bermotor," lanjut Putu.

Penggerebekan dilakukan di gubuk yang diduga sering digunakan untuk melakukan transaksi narkoba. Dalam kepungan, Ismail memilih untuk melawan dengan pistol dan parang miliknya.

Dalam kondisi tidak berdaya, petugas berusaha melarikan pelaku ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sumatra Selatan di Palembang. Kemarin, jenazahnya sudah dibawa keluarga ke Desa Talang Nangka, Lebak, Muara Enim.

Peredaran narkoba juga membuat para anggota Polres Cimahi, Jawa Barat, tidak bisa tidur nyenyak. "Tren pengguna narkoba di Cimahi dan Kabupaten Bandung Barat terus meningkat. Kami mendapati pengguna baru merupakan warga kalangan kurang mampu," ungkap Kepala Bagian Operasi, Satuan Reserse Narkoba Polres Cimahi, Inspektur Satu Wasiman.

Keprihatinan juga diungkapkan Wakil Wali Kota Cimahi, Ngatiyana. "Masyarakat harus berperan aktif membantu penegakan hukum dan pencegahan terhadap peredaran dan penyalahgunaan narkotika."

Kepala Kejaksaan Negeri Cimahi, Harjo, mengungkapkan selama 6 bulan terakhir, pihaknya menangani 60 kasus, dengan barang bukti sabu, ekstasi, dan ganja. (DW/DG/N-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More