Kamis 19 September 2019, 09:30 WIB

Legislator NasDem Berikhtiar Jadi Jembatan Pusat-Daerah

Putra Ananda | Politik dan Hukum
Legislator NasDem Berikhtiar Jadi Jembatan Pusat-Daerah

Dok. NasDem
Partai NasDem

 

ANGGOTA DPR-RI terpilih dari Partai NasDem Rian Firmansyah berjanji akan menjadi jembatan aspirasi yang menghubungkan pusat dan daerah. Ia menilai tidak terhubungnya pusat dan daerah sering menghambat perkembangan di daerah.

"Peraturan pemberdayaan pemuda itu sudah ada undang-undangnya dan ada bidang Kemenpora. Tapi yang menjadi problem selama ini karena pemerintah pusat tidak bisa menyampaikan informasi sampai ke pelosok daerah," jelas Rian dalam Dialog Selasa Partai NasDem di Jakarta, Selasa (17/9).

Dialog kali ini menampilkan para kader muda NasDem yang lolos ke Senayan pada pemilu legislatif lalu. Mereka antara lin Rian Firmansyah, Yessy Melanie, dan Hillary Brigitta Lasut.

Rian menilai jembatan yang menghubungkan kepentingan daerah masih lemah. Tidak adanya sinkronisasi aturan dan kebijakan berakibat melemahnya kreativitas anak muda di daerah. Oleh karena itu, ia hadir menjadi salah satu wakil rakyat yang akan mencoba menjadi integrator. Terutama, menjadi wakil milenial di Senayan yang diharapkan memicu perubahan.

"Ciri milenial ialah beradaptasi dengan zaman. Dengan kelebihan penguasaan teknologi diharapkan dapat menciptakan kemajuan dan perubahan," ungkap wakil rakyat dari dapil Jabar II itu.

Yessy Melanie berjanji akan berupaya mematahkan stigma buruk terhadap parlemen. Citra dan kredibilitas DPR dinilai masih kurang baik di mata masyarakat. "Salah satu fokus saya merestorasi kepercayaan masyarakat pada lembaga DPR," tukasnya dalam acara yang sama.

Yessy mengaku mendengar keluhan dari masyarakat tentang DPR. Kredibilitas parlemen dinilai terus menurun. Masyarakat biasanya hanya mengetahui anggota parlemen tidak disiplin, seperti membolos saat rapat.

"Kita harus memberi warna berbeda. Kami minimal merestorasi mental dari kami dulu," ujarnya.

Perempuan yang lolos ke Senayan dari dapil Kalbar II itu menilai kedisiplinan merupakan hal paling penting. Pasalnya, hal itu menjadi salah satu tanggung jawab legislator kepada masyarakat yang memilihnya.

Dia berjanji memaksimalkan peran DPR. Untuk itu, harus ditopang dengan kesadaran untuk selalu melek pada setiap persoalan Indonesia. "Kita identifikasi apa masalahnya dan kebijakannya dari segi penganggaran, legislasi, dan pengawasan," ucapnya. (Uta/P-3)

Baca Juga

MI/Lina Herliina

Kapolri Instruksikan Cegah Permainan Harga Pangan Saat Pandemi

👤Antara 🕔Senin 06 April 2020, 07:15 WIB
Beberapa jenis pelanggaran atau kejahatan yang mungkin terjadi yaitu permainan harga dan penimbunan barang serta adanya pihak yang...
MI/Ramdani

Implementasikan Pembatasan Segera

👤Cahya Mulyana 🕔Senin 06 April 2020, 05:47 WIB
Banyak imbauan untuk menekan penularan covid-19 masih diabaikan. Karena itu, PSBB yang memiliki sanksi diharapkan efektif menumbuhkan...
MI/M Irfan

Publik Tuntut Keterbukaan Legislasi

👤EMIR CHAIRULLAH 🕔Senin 06 April 2020, 03:30 WIB
Proses pembahasan RUU Cipta Kerja dan RKUHP secara daring dikhawatirkan tidak mampu mengakomodasi dialog...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya