Kamis 19 September 2019, 08:50 WIB

MRT Mutakhirkan SOP Kelistrikan

Put/Ins/J-2 | Megapolitan
MRT Mutakhirkan SOP Kelistrikan

MI/SUMARYANTO BRONTO
Ilustrasi -- Penumpang menunggu Moda Raya Terpadu (MRT) di Stasiun Fatmawati, Jakarta, Minggu (4/8).

 

PADA Selasa (17/9) pukul 05.10 WIB, 11 stasiun moda raya terpadu (MRT) Jakarta mengalami pemadaman listrik sementara. Ini disebabkan adanya gangguan sistem sebagai dampak dari gangguan pada salah satu jalur pasokan listrik dari Perusahaan Listrik Negara (PLN) pada gardu induk MRT Jakarta.

Stasiun-stasiun yang mengalami pemadaman listrik ialah Lebak Bulus Grab, Fatmawati, Cipete Raya, Blok A, ASEAN, Blok M BCA, Senayan, Istora Mandiri, Setiabudi Astra, Dukuh Atas BNI, dan Bundaran HI.

Hari ini PT MRT memberikan hasil investigasi terkait dengan gangguan aliran listrik yang terjadi. Corporate Secretary PT MRT Jakarta Muhamad Kamaluddin menjelaskan gangguan tersebut akibat terjadinya kerdipan untuk sumber listrik yang berasal dari line 2 (CSW).

Berdasarkan keterangan dari PLN, kondisi kerdipan untuk listrik 150 kv dan/atau hal-hal serupa belum diatur dalam regulasi PLN dan bersifat uncontrollable.

"Namun, kerdipan tersebut tidak berdampak pada pasokan listrik untuk operasi Ratangga sehingga Ratangga tetap berjalan normal," kata Kamaluddin dalam keterangan resminya, Jakarta, Rabu (18/9).

Kereta Ratangga bisa tetap beroperasi karena masih ada pasokan listrik dari gardu induk Pondok Indah yang menyuplai listrik dan tidak berpengaruh pada gangguan di gardu induk CSW.

MRT Jakarta membutuhkan waktu kurang lebih 40 menit guna mengalihkan pasokan listrik dari gardu induk CSW ke gardu listrik cadangan. Alhasil, pada pukul 05.51 WIB barulah seluruh stasiun yang sempat ditutup dibuka kembali dan melayani masyarakat.

"Atas potensi gangguan pasokan listrik, baik dalam bentuk kerdipan dan/atau hal-hal serupa yang belum diatur dalam regulasi PLN atau bersifat uncontrollable atau kondisi lainnya, pihak MRT akan melakukan pemutakhiran standard operating procedure (SOP)," papar Kamaluddin.

SOP itu khusus untuk penanganan perpindahan jalur sumber listrik (antar-line) dan perpindahan ke generator sebagai backup untuk menjamin pasokan listrik yang tidak terputus.

"Selain pemutakhiran SOP, juga dilakukan upaya peningkatan kemampuan SDM Operasi dan Pemeliharaan dalam penanganan gangguan pasokan listrik sehingga diharapkan dapat mempercepat respons terhadap kejadian gangguan operasional," jelas Kamaluddin.

PT MRT Jakarta juga akan melakukan audit terhadap komponen-komponen yang rentan terhadap gangguan listrik termasuk sistem automatic fare collection dan mempercepat pemulihan terhadap gangguan pasokan listrik. (Put/Ins/J-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More