Kamis 19 September 2019, 07:08 WIB

Kalsel Siap Jadi Penyangga Pangan Ibu Kota Baru

Denny Susanto | Nusantara
Kalsel Siap Jadi Penyangga Pangan Ibu Kota Baru

MI/Denny Susanto
Gubernur Kalsel , Sahbirin Noor (paling kiri) melakukan panen padi di Desa Jejangkit Muara, Kecamatan Jejangkit, Kabupaten Barito Kuala.

 

KALIMANTAN Selatan siap menjadi penyangga pangan bagi ibu kota negara baru di Kalimantan Timur. Program Serasi yang digalakkan pemerintah melalui optimalisasi pemanfaatan lahan rawa mulai membuahkan hasil. Gubernur Kasel, Sahbirin Noor melakukan panen raya padi  di Desa Jejangkit Muara, Kecamatan Jejangkit, Kabupaten Barito Kuala, Rabu (18/9). Panen kali ini dinilai sangat istimewa karena berlokasi di areal lahan rawa pusat kegiatan peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS) ke-38 tahun 2018 lalu.

Hasil panen di lahan rawa yang dikenal memiliki tingkat keasaman tinggi ini juga cukup baik. Pemanfaatan lahan rawa di Desa Jejangkit ini merupakan bagian dari program Selamatkan Rawa Sejahterakan Petani (Serasi) yang digalakkan pemerintah.  Gubernur Kalsel,  Sahbirin Noor mengucapkan syukur atas keberhasilan panen yang dilakukan kali ini. Pasalnya areal rawa di kawasan ini mengalami kekeringan dan sebagian ikut terbakar akibat kemarau. Sehingga banyak pihak yang mengkhawatirkan akan mengalami gagal panen.

"Keberhasilan panen ini tidak lepas dari kerja keras semua pihak. Tanpa sinergi, tanpa gotong royong  tanpa optimistis, tidak mungkin kita bisa mencapai kesukseskan," ucapnya.

Gubernur menghendaki ke depan proses tanam bisa dilakukan di musim kemarau dengan mengandalkan teknologi yang bisa mengatasi kendala teknis di lapangan seperti pengairan dan keasaman air. Selain meningkatkan produksi padi program Serasi dinilai dapat mencegah kebakaran hutan dan lahan. Terbukti lahan yang benar-benar digarap tidak ada yang terbakar.

Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kalsel, Syamsir Rahman mengatakan panen di lahan Serasi ini merupakan lanjutan dari Hari Pangan sedunia pada tahun 2018 lalu. Luas lahan pertanian yang ditanam di Desa Jejangkit ini seluas 320 hektar.

baca juga: PHE Masih Tangani Kebocoran Minyak di Lepas Pantai Karawang

Syamsir juga mendorong para petani untuk menggarap lahan Jejangkit agar bisa melakukan tanam 2 kali bahkan lebih dalam satu tahun. Dengan begitu hasil panen yang didapatkan bisa lebih berlimpah dan tentunya akan meningkatkan kesejahteraan petani. (OL-3)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More