Rabu 18 September 2019, 23:00 WIB

KOIN Modernisasi Warung Kelontong Lewat Digitalisasi

Ghani Nurcahyadi | Teknologi
KOIN Modernisasi Warung Kelontong Lewat Digitalisasi

Dok. Toko Indonesia
CEO KOIN Devi Erna Rachmawati

KEHADIRAN ritel modern di Indonesia ikut menggerus keberadaan pelaku ritel tradisional atau jamak disebut warung kelontong di Indonesia. Pangsa pasar warung kelontong pun terus merosot, bahkan tercatat penurunannya hingga 30? dalam tiga tahun saja.

Hal itu menjadi menjadi perhatian serius Toko Indonesia (KOIN), usaha rintisan yang berupaya mengembalikan kejayaan warung kelontong lewat aplikasi seluler yang mulai beroperasi penuh pada Desember 2018.

Lewat aplikasi tersebut, Chief Executive Officer KOIN Devi Erna Rachmawati mengatakan, pihaknya ingin mengangkat kembali warung kelontong sebagai sentra jual-beli kebutuhan masyarakat. Terlebih dengan fakta yang menunjukkan terus menurunnya pendapatan warung kelontong akibat kehadiran retail modern.

"Kami ingin memodernisasi warung kelontong. Tapi bukan dengan menjadikan mereka minimarket karena pasti susah bersaing. Nah, kami berpikir bagaimana menaikkan pendapatan mereka lewat sistem daring," kata Devi di Jakarta, Rabu (18/9).

Bagi pemilik warung kelontong, aplikasi KOIN memungkinkan mereka untuk memesan barang yang akan dijual di warungnya dengan hanya sentuhan jari di layan ponsel. Barang yang berasal dari 136 mitra dan penyuplai KOIN akan sampai ke warung tidak kurang dari 3 jam.

Baca juga : Dukung Ekosistem Blockchain, KOIN Gandeng Kadin dan BCEE

Devi mengungkapkan, layanan yang mereka hadirkan itu diakui pemilik warung kelontong sangat memudahkan dan dapat diandalkan bila dibandingkan memesan barang lewat platform marketplace lainnya. Tak heran, saat ini sudah 2.667 mitra warung kelontong yang bekerja sama dengan KOIN di wilayah Depok, Jakarta Selatan, Jakarta Timur, Jakarta Barat, Bekasi, dan Surabaya.

Bukan hanya dari sisi pemenuhan stok barang untuk warung saja, pemilik warung kelontong juga bisa mendapatkan bagi hasil dari transaksi yang dilakukan konsumen di KOIN.

Konsumen yang ingin membeli barang lewat KOIN, terlebih dahulu memilih warung terdekat di dalam aplikasi, nantinya barang akan langsung dikirimkan KOiN ke konsumen.

"Dengan skema tersebut, pemilik warung diuntungkan. Pembelian barang di kami pun dilakukan dengan harga yang bersaing karena ada jalur langsunh ke penyuplai atau produsen barang," ujar Doktor Manajemen Keuangan dari Universitas Yamaguchi, Jepang itu.

Tahun ini, lanjut Devi, KOIN menargetkan bisa menjalin kemitraan dengan 6.000 warung kelontong di wilayah Jabodetabek dengan memaksimalkan area DKI Jakarta, Bekasi, dan Depok.

Setelah itu, ekspansi ke kota lain di Indonesia pun segera disiapkan agar warung tradisional pun semakin terangkat derajatnya di era ekonomi digital.

Baca juga : Terus Bertumbuh, KOIN Beri Apresiasi Pada Mitra Warung Terbaik

Selain itu, KOIN juga menyiapkan inovasi lain dalam aplikasinya. KOIN sedang menyiapkan fitur yang memungkinkan pengguna bisa melakukan reservasi tiket dan kamar hotel.

Di sisi lain, KOIN juga sedang menjalin kerja sama dengan usaha kecil dan menengah (UMKM) untuk menjadi supplier, sehingga produk UMKM bisa didapatkan konsumen.

"Kami juga ingin menyebarluaskan fitur ini untuk konsumen. Tapi kami ingin membentuk infrastrukturnya leboh solid dahulu. Setelah itu, baru promosi besar-besaran ke konsumen agar warung kelontong kembali jadi mitra utama masyarakat berbelanja," tutur Devi seraya menambahkan, pihaknya juga ingin meningkatkan pengetahuan pemilik warung lewat pelatihan yang rutin digelar. (RO/OL-7)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More