Rabu 18 September 2019, 19:29 WIB

Pemindahan Ibu Kota Diprediksi akan Dorong Sektor Properti

Andhika Prasetyo | Ekonomi
Pemindahan Ibu Kota Diprediksi akan Dorong Sektor Properti

MI/PIUS ERLANGGA
Pekerja melakukan perbaikan jalan yang rusak di sepanjang jalan menuju Kecamatan Sepaku, Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur.

 

KAMAR Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia melihat kebijakan pemerintah terkait pemindahan ibu kota negara adalah langkah yang tepat.

Bagi industri properti, hal tersebut akan sangat membantu mendorong pertumbuhan di tengah perlambatan yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir.

Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Properti Hendro Gondokusumo mengungkapkan, pada 2018, sektor properti hanya mampu tumbuh 3,58%, jauh di bawah pertumbuhan ekonomi nasional yang berada di angka 5,17%.

Baca juga: Pindah Ibu Kota Baru Butuh Kesiapan Regulasi

Pada tahun ini, pertumbuhan sektor tersebut pun diproyeksikan tidak akan beranjak jauh dari capaian tahun lalu.

Tetapi, ucap Hendro, dengan adanya rencana pemindahan ibu kota, industri properti menjadi lebih optimis untuk mengarungi tahun-tahun ke depan.

Memang, dampak kebijakan ibu kota baru tidak akan dirasakan langsung oleh para pelaku usaha properti. Setidaknya dibutuhkAn waktu hingga dua tahun ke depan ketika pembangunan di lokasi sudah benar-benar dilaksanakan.

“Kami optimistis dan memiliki harapan bahwa situasi akan bisa lebih baik ke depan. Kami bersama Menteri PPN dan sejumlah stakeholder lain sudah bertukar pikiran tentang ini. Kami mendukung kebijakan ini karena akan memberikan pemerataan bagi daerah lain di indonesia,” jelas Hendro.

Ke depan, pemerintah hanya tinggal memastikan bagaimana skema pembiayaan yang ditawarkan bagi pelaku usaha yang terlibat dalam pembangunan di ibu kota baru.

Ketua Umum Kadin Rosan Roeslani mengatakan peran swasta akan sangat besar dalam pembangunan ibu kota baru di Kalimantan Timur. Hal itu bisa dilihat dari porsi pembagian dana pembangunan. Dari proyeksi Rp466 triliun, swasta diminta berkontribusi sebanyak 81%.

“Jadi jelas ini peran swasta akan sangat besar. Walaupun tidak mudah, ini harus dimanfaatkan dengan baik,” tuturnya.

Dengan bantuan teknologi yang sudah amat canggih, pembangunan infrastruktur yang cepat dan berkualitas sedianya tidak lagi menjadi kendala. Ia mencontohkan, di Tiongkok, kontraktor bisa membangun gedung 30 lantai hanya dalam 30 hari.

“Artinya satu hari satu lantai. Ini sebelumnya tidak pernah dilakukan dan di luar nalar. Tapi dengan kemajuan teknologi dan inovasi hal mustahil seperti itu bisa dilakukan,” ujarnya. (Pra/A-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More