Rabu 18 September 2019, 19:05 WIB

Konsep EOD, Cara Jitu Bidik End User Properti

Ahmad Punto | Ekonomi
Konsep EOD, Cara Jitu Bidik End User Properti

Antara/Aprillio Akbar (Str)
Pameran properti di Jakarta, beberapa waktu lalu. Saat ini hunian berkonsep EOD kian diminati

 

KONSEP pengembangan berorientasi pendidikan (education oriented development/EOD) kini tengah menjadi tren. Terutama bagi pengembang yang membidik konsumen pembeli hunian untuk ditinggali (end user). Pengembangan berkonsep EOD pada prinsipnya menyediakan fasilitas pendidikan sekaligus hunian layak huni.

"Sekolah atau fasilitas pendidikan adalah kekuatan konsep hunian jika kita ingin menggaet end user," sebut Direktur PT Repower Asia Indonesia, Andy Natanael, di Jakarta, Rabu (18/9).

Andy tak menampik setiap proyek yang dibangun Repower, yang merupakan singkatan dari Real Estate Power, membidik lebih banyak end user ketimbang investor. Di Repower, kata dia, end user harus dominan, perbandingannya dengan investor bisa mencapai 60:40.

Fasilitas pendidikan yang disediakan, lanjut dia, untuk usia sekolah dasar hingga sekolah menengah pertama. Lalu, jenis sekolah yang dihadirkan disesuaikan dengan segmen yang disasar di setiap proyek.

"Para konsumen end user atau orang tua, kini mempertimbangkan lokasi sekolah ketika membeli hunian. Segmen ini yang ingin kami bidik," tegas Andy.

Menurut dia, sudah menjadi rumus umum bahwa keinginan para orang tua ialah memberi pendidikan yang terbaik kepada anak-anaknya. Karena itu, semakin dekat lokasi sekolah dengan kualitas pendidikan yang bermutu, kian mendorong konsumen untuk membeli hunian yang ditawarkan.

"Konsumen tipe ini kebanyakan adalah end user, bukan investor. Walau, tentu saja hunian yang kami bangun dapat juga sekaligus sebagai instrumen investasi," sergahnya.

Andy menjelaskan, bila mayoritas apartemen yang mereka bangun dibeli dan dimiliki oleh investor, dikhawatirkan terjadi penurunan harga di pasar sekunder. Misal, bila 70%-90% unit apartemen dimiliki investor yang semata mencari keuntungan (capital gain), harga di pasar sekunder akan melemah.

"Pada saat bersamaan mereka ingin menjual kembali, pasar kelebihan penawaran. Saat itulah hukum ekonomi muncul, semakin banyak penawaran, harga kian turun. Saat ini, di pasar sekunder harga terpangkas berkisar 30%-40%,” tukas dia.

Di kesempatan berbeda, Presiden Direktur PT Repower Asia Indonesia, Aulia Firdaus mengatakan, kini pihaknya menyiapkan proyek di Jakarta Selatan, Bekasi Timur, dan Tangerang.

Proyek apartemen yang tersebar di tiga lokasi tersebut akan dibangun mulai 2020 dan ditargetkan rampung berkisar 2021 hingga 2023. Segmentasi yang dibidik adalah kalangan menengah dan menengah atas.

"Selain hunian yang nyaman, apartemen tersebut tentu saja ditunjang berbagai fasilitas pendidikan yang berkualitas dan area komersial yang memadai,” jelas Aulia Firdaus.

Dia mengaku, selain fasilitas pendidikan, Repower menghadirkan proyek hunian dengan akses yang mudah.

"Misalnya proyek kami di Tangerang letaknya di tengah kota, tentu saja akses transportasinya sangat bagus. Proyek menjadi kian kuat bila dilengkapi fasilitas pendidikan," ujarnya. (RO/X-12)

Baca Juga

ANTARA FOTO/Maulana Surya

Airnav: Main Layangan di Area Bandara Bakal Kena denda Rp1 M

👤Insi Nantika Jelita 🕔Senin 26 Oktober 2020, 16:37 WIB
Layang-layang yang diterbangkan di sekitar area bandara dapat membahayakan pesawat udara yang lepas landas dan mendarat di bandara...
Antara

Hindari Perjalanan ke Puncak Saat Libur Panjang

👤Insi Nantika Jelita 🕔Senin 26 Oktober 2020, 16:23 WIB
Pengendara jalan diimbau untuk menghindari perjalanan ke Puncak, Bogor, Jawa Barat saat libur...
MI/Susanto

Pemerintah Fokus Ketersediaan Lapangan Kerja Dampak dari Covid-19

👤mediaindonesia.com 🕔Senin 26 Oktober 2020, 15:06 WIB
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pemerintah saat ini fokus untuk memastikan ketersediaan lapangan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya