Rabu 18 September 2019, 18:15 WIB

27 Orang dan Direktur Operasional Jadi Tersangka Karhutla Sumsel

Ferdian Ananda Majni | Nusantara
27 Orang dan Direktur Operasional Jadi Tersangka Karhutla Sumsel

MI/Susanto
Karo Penmas Mabes Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo.

 

KARO Penmas Mabes Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan, pihaknya telah menangani sebanyak 18 kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Sumatra Selatan. Sedikitnya 27 tersangka perorangan dan satu korporasi atas nama PT Bumi Hijau Lestari.

"Khusus Sumatra Selatan, selain penetapan tersangka korperasi itu sudah ditetapkan juga seorang tersangka yang bertanggung jawab di korporasi tersebut," kata Dedi di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (18/9).

Dedi menjelaskan, AK ditetapkan tersangka dalam PT BHL yang merupakan perusahaan yang mengelola kawasan hutan produksi di Lalan, Sumsel.

"Inisial AK ditetapkan tersangka di dalam korporasi itu. AK sebagai direktur operasional PT BHL," sebutnya.

Menurutnya, direktur operasional yang paling bertanggung jawab untuk melakukan langkah-langkah mitigasi terhadap karhutla, di mana lahan itu menjadi penguasaan terhadap korporasi tersebut.

"Sekali lagi ini penyidikan awal, penyidikan pendalaman masih terus akan dilakukan oleh penyidik. Sampai sejauh mana keterlibatan semua unsur dalam korporasi tersebut," terangnya.

Saat ini, penyidikan awal sudah menetapkan salah satu tersangka dari korporasi itu. Dia menambahkan AK berperan terkait kebijakan dalam perusahaan tersebut.


Baca juga: Presiden Jokowi bakal Timang Cucu Baru


"Jadi izinnya diberikan penguasaan terhadap lahan, dan lahan itu harus dalam penguasaannya itu ada upaya mitigasi pencegahan secara maksimal sebelum terjadinya kebakaran," lanjutnya

Dedi menegaskan, kelalaian itu yang rata-rata dilakukan pihak korporasi. Namun, demikian pihaknya akan mendalami sampai sejauh mana keterlibatan korporasi itu, baik adanya kemungkinan faktor kesengajaan sehingga areanya itu terjadi kebakaran hutan dan lahan.

"Makanya tim asistensi dari Direktorat Tipiter Bareskrim Polri langsung turun khusus fokus untuk mem-back up proses penyidikan terhadap korporasi. Dilakukan tingkat Polres dan Polsek," paparnya.

AK diduga lalai atas tanggung jawabnya sebagai direktur operasional sehingga terjadi kebakaran di area lahan dalam penguasaan PT BHL tersebut.

"Dugaan awal ya lalai, tahap awal ini penyelidikan akan berlanjut . dalam pemeriksaan lanjutan akan memeriksa saksi ahli, karena pasal -pasal yang dijerat cukup banyak untuk korporasi bukan hanya pasal konvesional," pungkasnya.

Sebelumnya, korporasi yang telah ditetapkan sebagai tersangka karhutla adalah PT Sumber Sawit Sejahtera oleh Polda Riau, PT Palmindo Gemilang Kencana oleh Polda Kalimantan Tengah, dan PT Surya Argo Palma oleh Polda Kalimantan Barat, serta Sepanjang Inti Surya Utama oleh Polda Kalimantan Barat. (OL-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More