Rabu 18 September 2019, 17:00 WIB

Pemkot Bekasi Diminta Ganti Meja dan Kursi SDN Pekayon Jaya 3

Gana Buana | Megapolitan
Pemkot Bekasi Diminta Ganti Meja dan Kursi SDN Pekayon Jaya 3

Dok.Ist
SDN Pekayon Jaya 3

 

PEMERINTAH Kota Bekasi diminta segera mengganti kursi dan meja yang ada di SDN Pekayon Jaya 3, Bekasi Selatan. Hal ini disampaikan Inspektur Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Muchlis Rantoni Luddin saat meninjau ke lokasi, Rabu (18/9).

“Minggu depan kursinya sudah baru semua, karena sudah direncanakan dinas pendidikan," ujar Muchlis saat meninjau SDN Pekayon Jaya 3, Rabu (18/9).

Muchlis memberi target paling lambat dua minggu, meja dan kursi tersebut sudah harus tersedia di sekolah. Di samping meminta segera mengganti meja-kursi bekas itu dengan yang baru. Ia juga mendesak agar Pemkot Bekasi memeriksa sekolah-sekolah lain yang belum mendapat mebel.

“Sudah dibicarakan, tolong juga dicek di tempat-tempat lain supaya kasus seperti ini segera diatasi, jangan dibiarkan,” kata dia.

Seperti diketahui, sejak gedung baru sekolah rampung dibangun Desember 2017, SDN Pekayon Jaya 3 tidak punya meja kursi untuk enam ruang kelas. Para murid terpaksa belajar di lantai dengan membawa meja ke kelas.

Baca juga: Belajar Lesehan, Siswa SDN Pekayon Jaya 3 Mengeluh Sakit Punggung

Setelah jadi sorotan media massa pekan lalu, Pemerintah Kota Bekasi akhirnya mengirimkan 240 set meja-kursi bekas sekolah merger ke SDN Pekayon Jaya 3, Minggu (15/9) malam.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi Inayatullah mengatakan pihaknya masih melakukan pengadaan mebel. SD Negeri Pekayon 3 merupakan salah satu sekolah yang akan diprioritaskan.

“SD Negeri 3 Pekayon jadi prioritas,” ungkap Inay.

Adapun, kata Inay, dalam APBD 2019 pengadaan mebel di Kota Bekasi mencapai Rp11 miliar. Anggaran tersebut dialokasikan untuk membeli lemari kelas, white board, meja dan kursi siswa serta meja dan kursi guru.

“Anggarannya dibagi, untuk pembelian mebel SD Negeri Rp6 miliar dan Rp5 miliar untuk pembelian mebel SMP Negeri,” jelas dia.(OL-5)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More