Rabu 18 September 2019, 15:36 WIB

Pemprov Sulsel Bangun Pembangit Listrik di Tiga Pulau pada 2020

Lina Herlina | Nusantara
Pemprov Sulsel Bangun Pembangit Listrik di Tiga Pulau pada 2020

MI/Lina Herlina
Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah.

 

DI Sulawesi Selatan (Sulsel) masih banyak pulau-pulau yang belum teraliri listrik, termasuk tiga pulau yang ada di Kota Makassar, yaiti Pulau Kodingareng, Barrang Lompo, dan Barrang Caddi yang masuk wilayah Kecamatan Sangkarrang.

Saat menerima kunjungan Kepala Kantor Konsuler Jepang Miyakawa Katsutosh di Rumah Jabatan Gubernur Sulsel, Makassar, Rabu (18/9) Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah membahas rencana pembangunan instalasi pembangkit sistem baterai hibrid atau storage system for RES Integration (micro grid) di Sulawesi Selatan.

Miyakawa datang bersama perwakilan dari Mitsubishi Denki dan Oriental Consultants, memaparkan contoh sistem baterai hibrid yang sukses digunakan di Pulau Oki Jepang.

Sistem tersebut menggunakan kombinasi dari tenaga listrik dari sumber pembangkit matahari (solar), angin (wind), air (hydro) dan diesel. Sistem itu  menghasilkan output yang besar dan cocok di pulau kecil.

Bagi Nurdin, pertemuan antara Pemprov Sulsel, Pemkot Makassar, Pemerintah Jepang dan dunia profesional ini juga penting dalam hal pemenuhan kebutuhan dasar warga kepulauan dari sisi kebutuhan listrik.

Sayangnya, untuk tenaga solar, membutuhkan 1,2 hektare lahan untuk menghasilkan 1 MW. Sementara pulaunya berukuran kecil, sehingga dengan sistem hibrid ini dapat dikombinasikan dengan pembangkit lain. Termasuk tenaga diesel yang sudah ada.

"Untuk tahap awal akan dilakukan survei bersama di tiga pulau. Yaitu di Kondingareng Keke, Barang Lompo dan Barang Caddi. Kita survei, termasuk daerah yang akan digunakan untuk panel (surya)," kata Nurdin.

"Sistemnya ini nanti pakai hibrid, betul-betul penghematan energi supaya cadangan tenaganya bisa disimpan, kendala kita lahan. Sampel akan mulai dibuat pada 2020 mendatang," ungkap Nurdin.

Sementara itu, Miyakawa Katsutoshi menyebutkan, kedatangan merupakan jawaban atas kekhawatiran Nurdin, atas kebutuhan listrik air dan bersih masyarakat pulau.

"Pada diskusi ini Mitsubishi Denki juga berminat melakukan survei dan mudah-mudah membuat proyek. Makanya kita kick-off meeting bagaimana bisa merealisasikan," jelasnya.

Oriental Consultants, Yamada Mitsukage menyebutkan sistem kombinasikan ini juga menghasilkan listrik yang stabil dan menghasilkan listrik tiga kali lipat.

"Kalau tidak dikombinasikan itu hanya bisa menghasilkan sekitar 4 Megawatt tetapi dengan teknologi dari Mitsubishi Denki. Itu dikombinasikan sedemikian rupa sehingga menghasilkan 11 megawatt," paparnya.

Camat Kecamatan Sangkarrang, Kota Makassar, Firnandar Sabara menyampaikan, program ini sangat dinantikan karena masalah utama di pulau adalah listrik dan air bersih.

"Kalau ada energi dari listrik, ekonomi masyarakat di pulau itu akan bertambah lagi. Dari sisi ikan itukan kita hanya 12 jam jalan tidak bisa ada pendinginan. Otomatis ikan itu akan dijual murah biar bisa cepat (dijual). Dengan listrik juga banyak juga bisa dengan lisrtik pariwisata dan pengolahan budidaya," sebutnya. (OL-09)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More