Rabu 18 September 2019, 14:52 WIB

Keracunan Makanan, 54 Pelajar Dilarikan ke Rumah Sakit

Apul Iskandar | Nusantara
Keracunan Makanan, 54 Pelajar Dilarikan ke Rumah Sakit

MI/KRISTIADI
ilustrasi -- warga mendapatkan perawatan di rumah sakit akibat keracunan makanan massal.

 

SEBANYAK 54 pelajar dari Sekolah Menengah Atas (SMA)  dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) dari berbagai sekolah swasta dan sekolah negeri di Kecamatan Raya, Kabupaten Simalungun, Sumatra Utara mengalami keracunan makanan.

Informasi yang dihimpun oleh awak media Selasa (17/9) malam, para pelajar mengalami pusing dan mual setelah makan ikan tongkol saat makan siang di asrama sekolah. Belum diketahui pasti penyebab para pelajar tersebut mengalami keracunan.

"Dari 54 yang menjalani rawat inap hingga Selasa malam sebanyak 16 orang masih diopname di RSUD Tuan Rondaihaim. Selebihnya rawat jalan dan sudah dipulangkan setelah menjalani penanganan medis. Perawatan langsung dipimpin Dirut RSUD Rondahaim Elisabeth," ujar Kepala Dinas Kesehatan Pemkab Simalungun Edwin Toni Simanjuntak, Rabu (18/9).

Dugaan sementara, katanya, penyebab keracunan para pelajar itu dari ikan tongkol yang dimasak dalam keadaan tidak segar. Ikan tersebut diduga mengandung racun histamine, yang akan muncul jika kondisi ikan sudah tidak segar. 

Baca juga: Puluhan Siswa Bekasi Keracunan Makanan dari Hadiah Lomba

Pembentukan histamine pada tubuh ikan scombroidae akan meningkat setelah ikan mati dan tidak segera dibekukan atau tidak segera diolah, sehingga dapat menyebabkan keracunan jika dikonsumsi. 

"Untuk memastikan penyebab para pelajar mengalami keracunan. Kita sudah mengirimkan sampel ke laboratorium kesehatan Medan," jelasnya.

Edwin menambahkan, hingga Selasa (17/9) malam masih ada sekitar 16 siswa yang masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tuan Rondahaim. Selebihnya pasien diperbolehkan pulang dan melakukan rawat jalan. (A-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More