Rabu 18 September 2019, 14:35 WIB

Indonesia Perluas Pasar ke Eropa Timur

Edi Ginting dari Sofia-Bulgaria | Ekonomi
Indonesia Perluas Pasar ke Eropa Timur

Dok. Edi Ginting
Penandatanganan MoU antara Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) dengan Bulgarian Chamber of Commerce and Industry (BCCI)

 

INDONESIA terus mencari pasar baru untuk memasarkan produk-produk Tanah Air. Kawasan Eropa Timur dan Tengah yang selama ini belum maksimal digarap, kini menjadi target Indonesia. Bulgaria menjadi salah satu negara yang terus dijajaki karena diharapkan menjadi pintu masuk ke kawasan ini.

Penjajakan ini antara lain dilakukan melalui penandatanganan memorandum of understanding (MoU) antara Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) dengan Bulgarian Chamber of Commerce and Industry (BCCI). Pihak KADIN diwakili oleh Ketua Komite Tetap Eropa KADIN Tony Wenas, sedangkan BCCI oleh Presiden BCCI Tsvetan Simeonov.

Penandatangan MoU ini berlangsung di sela-sela Business Forum di Sofia, Bulgaria, Senin (16/9). Sejumlah pejabat kedua negara ikut menyaksikan acara ini, antara lain Menteri Luar Negeri Indonesia Retno LP Marsudi, Menteri Ekonomi Bulgaria Emil Karanikolov dan Duta Besar Indonesia untuk Bulgaria Sri Astari Rasjid.

Acara business forum ini digelar untuk meningkatkan perdagangan dan investasi antarkedua negara. Sejumlah pengusaha asal Indonesia turut hadir dan bertemu langsung dengan pengusaha  Bulgaria di forum ini. Mereka pun bisa saling berdiskusi untuk penjajakan kerjasama. Para pengusaha asal Bulgaria juga tampak sangat antusias dalam menyimak paparan dari KADIN mengenai peluang bisnis di Tanah Air.

"Indonesia membutuhkan pasar baru dan Eropa Timur adalah salah satu kawasan yang sangat menjanjikan. Bulgaria sebagai satu negara di kawasan ini, merupakan negara yang memiliki pertumbuhan ekonomi yang stabil. Biaya-biaya di Bulgaria juga tidak semahal negara eropa lainnya," kata Tony Wenas kepada Metro TV di sela-sela Business Forum.

Dengan menembus pasar Bulgaria, Indonesia berharap akan semakin mudah untuk masuk ke negara lain di kawasan Eropa Timur dan Tengah. Bahkan, Bulgaria dapat menjadi pintu masuk untuk pasar Uni Eropa, karena negara ini juga tergabung dalam Uni Eropa.  Negara ini juga merupakan salah satu negara di kawasan ini yang memiliki pelabuhan, sehingga pengiriman barang pun jadi lebih mudah.

Dalam catatan Indonesia, nilai perdagangan antara Indonesia dengan Bulgaria juga terus meningkat. Bahkan, pada  2018 peningkatannya mencapai 300% dibanding tahun sebelumnya. Bila pada 2017 nilai perdagangan kedua negara ada di angka sekitar US$115 juta, maka di 2018 nilainya melonjak signifikan hingga hampir US$500 juta.

"Ada banyak produk Indonesia yang diminati oleh Bulgaria. Misalkan saja CPO, furniture, kakao, karet, sepatu dan tekstil. Bahkan,  Indonesia menjadi pemasok sepertiga CPO dan produk turunannya yang dibutuhkan Bulgaria," tegas Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi.

Baca juga: Indonesia kian Memperluas Pasar ke Eropa

Lina Suhairy adalah salah satu pengusaha Indonesia yang sudah berhasil menembus pasar Bulgaria lewat produk kopi. Selama dua tahun terakhir ini, ia mengekspor sekitar 40 ton kopi pertahunnya ke negara yang dijuluki 'the land of roses' ini. Nilainya mencapai Rp3 miliar per tahun.

"Awalnya memang butuh perjuangan untuk mampu menembus pasar Bulgaria. Karena ada anggapan kalau kopi asal Indonesia terkenal mahal. Namun, lewat keberanian dan perjuangan, lama-lama mereka pun mulai mengenal kopi Indonesia. Mereka  jadi tahu kalau kopi Indonesia tidak semahal yang mereka bayangkan," kata Lina yang kini berusaha menembus pasar negara lain di kawasan Eropa Timur.

Dalam kesempatan ini, Menteri Retno Marsudi juga mengajak pengusaha Bulgaria untuk menanamkan investasi di Indonesia. Ada banyak sektor yang bisa dibidik, seperti sektor properti, energi, infrastruktur, dan pariwisata.

"Mari kita tingkatkan investasi, tingkatkan perdagangan, tentunya dengan Indonesia," ajak Menlu Retno.

Mantan Duta Besar Indonesia di Belanda ini mengungkapkan, Pemerintah Indonesia sangat gencar mempromosikan pariwisata. Tahun 2019 ini, ada 20 juta wisatawan asing yang ditargetkan berkunjung ke Indonesia. Turis asal Bulgaria menjadi salah satu yang terus mengalami peningkatan. Tahun lalu saja, jumlahnya naik 15%.(OL-5)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More