Rabu 18 September 2019, 12:45 WIB

Ganjil-Genap Diberlakukan, Lalu Lintas Tetap Padat

Tri Subarkah | Megapolitan
Ganjil-Genap Diberlakukan, Lalu Lintas Tetap Padat

MI/Tri Subarkah
Kepadatan kendaraan di Jl Salemba menuju arah Senen.

 

PEMERINTAH Provinsi DKI Jakarta mengklaim penerapan perluasan sistem Ganjil Genap sejak 9 September lalu berhasil mengurangi kemacetan.

Media Indonesia menyusuri beberapa ruas jalan yang sudah memberlakukan sistem Ganjil Genap pada Rabu (18/9) pagi. Berdasarkan pantauan, lalu lintas secara umum terlihat lancar. Walakin, masih ada beberapa titik yang mengalami kepadatan.

Di perempatan flyover Pemuda, tepatnya yang mengarah ke Jl Pramuka, pada pukul 06:50 WIB, lalu lintas terpantau ramai lancar.

Menurut petugas kepolisian yang berjaga, Iptu Agus Susanto, sebelum diberlakukan perluasan Ganjil Genap, di titik tersebut sudah padat dari arah Jl Pemuda.

"Sebelum diberlakukan perluasan Ganjil Genap memang kondisinya sekitar sini padat. Kepadatan mulainya dari arah Arion, dari Jl Pemuda sudah padat," ungkapnya saat ditemui Media Indonesia.

Baca juga: Pemilik Rolls Royce, Lamborghini Tunggak Pajak

Sedangkan di Jl Pramuka, lanjut Agus, kondisinya padat merayap.

Saat Media Indonesia menyusuri Jl Pramuka, kepadatan mulai terjadi, tepatnya mulai dari halte Utan Kayu. Kepadatan terjadi ke arah Matraman baik di jalur mobil maupun motor. Sedangkan yang mengarah ke Rawamangun terpantau lancar.

Irpan, salah satu petugas Dinas Perhubungan DKI Jakarta yang berjaga menuturkan kepadatan di Jl Pramuka diakibatkan proyek pengecoran Jl Tambak. Selain itu, kepadatan diperparah akibat pertemuan volume kendaraan antara yang mengarah ke Jl Tambak maupun Senen.

Pada pukul 07:30, Media Indonesia memantau kepadatan di Jl Pramuka terjadi hingga flyover Matraman.

Di perempatan flyover Matraman, penumpukan volume kendaraan juga terjadi dari arah Jl Matraman menuju Jl Tambak. Sedangkan dari arah Jl Salemba menuju Jl Matraman terpantau lancar.

Menurut AKP Dwi Hari Setyanto, petugas kepolisian yang berjaga, kepadatan dari Jl Matraman menuju Jl Tambak diakibatkan kendaraan yang menghindari sistem Ganjil Genap di Jl Salemba.

"Yang dari Jl Matraman Raya untuk menghindari Ganjil Genap kebanyakan belok ke kiri, mengambil alternatif," ujarnya.

Media Indonesia kemudian melanjutkan pemantauan ke Jl Salemba Raya menuju Senen.

Pada pukul 07:50, kondisi Jl Salemba Raya mengalami kepadatan yang cukup parah mulai dari halte Salemba UI. Sedangkan untuk arah sebaliknya yang mengarah ke Matraman lancar.

Menurut pengamatan Media Indonesia, kepadatan di Jl Salemba menuju Senen diperparah akibat proyek revitalisasi trotoar.

Kelancaran lalu lintas di Jl Salemba mulai terjadi di halte Kramat Sentiong NU hingga Jl Kramat Raya, Jl Senen Raya, dan Jl Gunung Sahari.

Dari Jl Gunung Sahari, Media Indonesia kemudian berbelok ke Jl Raya Mangga Besar untuk memantau lalu lintas di Jl Gajah Mada dan Jl Hayam Wuruk.

Pada pukul 08:30 WIB, lalu lintas di kedua jalan tersebut terpantau lancar.

Abdul Hakim, petugas Dishub yang berjaga di persimpangan Olimo, mengatakan perluasan sistem Ganjil Genap berhasil membuat lalu lintas di Jl Hayam Wuruk dan Jl Gajah Mada lebih lancar.

Padahal sebelum diterapkan Ganjil Genap, menurutnya, pada pagi hari, terjadi kepadatan kendaraan hingga 200 meter dari Jl Raya Mangga Besar menuju Jl Hayam Wuruk maupun Jl Gajah Mada. (OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More