Rabu 18 September 2019, 11:48 WIB

Rhinoplasty, Agar Hidung Lebih Mancung

Eni Kartinah | Humaniora
Rhinoplasty, Agar Hidung Lebih Mancung

Thinkstock
Rhinoplasty, Agar Hidung Lebih Mancung

 

SALAH satu jenis operasi plastik yang paling populer di dunia, termasuk Indonesia, adalah rhinoplasty atau operasi untuk memancungkan hidung. Di Amerika saja, pada 2011 ada 244 ribu tindakan rhinoplasty yang dilakukan. Tidak mengherankan memang, karena hidung merupakan bagian terdepan wajah yang sangat memengaruhi tampilan seseorang secara menyeluruh.

“Rhinoplasty merupakan tindakan bedah rekonstruksi yang dilakukan untuk memperbaiki bentuk estetik seperti memancungkan, dan fungsi hidung seperti memperbaiki pernapasan,” ujar dr Sidik Setiamihardja SpB, SpBP, dokter spesialis bedah plastik senior dari Rumah Sakit Khusus Bedah (RSKB) Bina Estetika, pada seminar rangkaian peringatan HUT ke-26 RS tersebut di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Secara anatomis, hidung tersusun dari tulang, tulang rawan, dan kulit. Dalam melakukan prosedur rhinoplasty untuk tujuan estetik, dokter dapat memodifikasi satu atau seluruh bagian hidung. “Sebelum melakukan tindakan rhinoplasty, dokter terlebih dahulu mempertimbangkan fitur wajah pasiennya sehingga mendapatkan bentuk yang benar-benar diinginkan si empunya hidung. Hal ini akan menentukan teknik apa yang akan digunakan,” terang dr Sidik.

Informed consent penting dilakukan untuk meningkatkan rasa percaya diri baik dari sisi pasien maupun dokter dalam melakukan tindakan. Dalam informed consent, dokter dapat menginformasikan tindakan apa saja yang dilakukan, lamanya tindakan operasi hingga pada tahap pemulihan pascaoperasi, risiko tindakan, dan komplikasi yang mungkin terjadi.

Foto hidung sebelum operasi sangat penting dilakukan. Sebelum operasi dilakukan pasien difoto dari arah depan, arah miring kiri dan kanan, samping kiri dan kanan, dan dari bawah. Pengambilan gambar ini bertujuan untuk menilai lesimetrian, porporsi hidung, melihat ada tidaknya kelainan, dan menentukan teknik operasi.

Biaya yang ditawarkan untuk prosedur rhinoplasty cukup bervariasi, bergantung pada teknik operasi, alat dan fasilitas rumah sakit, serta jenis obat yang digunakan. Penggunaan material tambahan (implan) untuk membentuk hidung, umumnya menggunakan bahan sintetik atau diambil dari bagian tubuh pasien. Bahan sintetik yang digunakan sebagai implan terbuat dari silikon padat yang dapat dibentuk. Adapun bahan tambahan yang diambil dari tubuh pasien umumnya menggunakan tulang rawan telinga atau tulang iga pasien.

“RSKB Bina Estetika mengombinasikan kedua bahan tersebut. Sehingga tampilan hidung pascaoperasi lebih alami,” imbuh dr Sidik. (OL-09)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More