Rabu 18 September 2019, 10:25 WIB

Indonesia dan Ethiopia Bahas Pembentukan Friendship Group

Haufan Hasyim Salengke | Internasional
Indonesia dan Ethiopia Bahas Pembentukan Friendship Group

Dok KBRI Addis Ababa
BKSAP DPR-RI bersama delegasi bertemu dengan Ketua Parlemen Ethiopia, Tagesse Chafo, di Kantor Parlemen Ethiopia

 

KEDUTAAN Besar Republik Indonesia (KBRI) di Addis Ababa, Ethiopia, akan segera bertemu dengan tim parlemen Ethiopia untuk membahas Friendship Group yang telah disepakati.

Hal itu untuk menindaklanjuti kesepakatan dari pertemuan antara Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antarparlemen (BKSAP) DPR-RI Surahman Hidayat dan Ketua Parlemen Ethiopia Tagesse Chafo di Addis Ababa, Selasa (17/9) waktu setempat.

“Segera setelah pertemuan, kami berbicara secara khusus dengan Tagesse Chafo, ketua parlemen Ethiopia, dan kelompok kerjanya untuk mengadakan working lunch di KBRI Addis Ababa dalam beberapa hari ke depan,” kata Duta Besar Indonesia untuk Ethiopia, Djibouti, dan Uni Afrika, Al Busyra Basnur, kepada Media Indonesia.

Al Busyra mengatakan kunjungan delegasi DPR RI ke Ethiopia mendapat sambutan hangat dan penuh harapan tindak lanjut dari semua pihak yang ditemui.

Terlebih ini merupakan kunjungan bersejarah bagi kedua bangsa karena merupakan kunjungan bilateral pertama parlemen Indonesia ke Ethiopia.

Baca juga: Indonesia-Bulgaria Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Perdagangan

Surahman bertemu dengan Chafo di kantor Parlemen Ethiopia didampingi Zairina, anggota BKSAP, dan Duta Besar Al Busyra Basnur.

Surahman mengatakan pembentukan Friendship Group dalam rangka menyukseskan diplomasi Indonesia dan memperkuat kerja sama bilateral Indonesia-Ethiopia.

Melalui wadah tersebut, parlemen kedua negara akan mengadakan pertemuan berkala, tukar pandang, dan mendorong setiap upaya bersama memajukan bangsa dan kesejahteraan rakyat kedua negara serta berkontribusi dalam pembangunan internasional.

“Kunjungan kami di Ethiopia merupakan bagian penting dari penyelenggaraan diplomasi Indonesia, sebagai second track diplomacy, khususnya melalui kerja sama antarparlemen dan mendorong terciptanya people to people contact yang lebih luas dan kuat antara rakyat Indonesia dengan rakyat Ethiopia," ujar Surahman.

Surahman menyebut Ethiopia sebagai negara penting bagi Indonesia baik dilihat dari sisi sejarah berkembangnya Islam maupun posisi strategis negara itu bagi diplomasi Indonesia di Afrika, khususnya di bidang ekonomi.

Delegasi juga mengunjungi dua perusahaan Indonesia di Ethiopia yaitu PT Indofood Ethiopia dan Peace Success Industry Plc sister company PT Sinar Antjol.

Delegasi dijadwalkan bertolak ke Negara Bagian Tigray, Rabu (18/9), untuk mengikuti serangkaian agenda penting termasuk pertemuan dengan pimpinan Tigray Islamic Affairs Supreme Council.

Sebelumnya, selain dengan pimpinan parlemen, Surahman dan delegasi juga mengadakan pertemuan dengan antara lain pimpinan The Ethiopian Islamic Affairs Supreme Council (EIASC) dan Ulema Unity Forum (UUF).

Dari pertemuan itu, Indonesia sepakat untuk memberikan beasiswa D-3 Keperawatan kepada 50-100 orang lulusan sekolah lanjutan tingkat atas Ethiopia untuk kuliah di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Nazhatut Thullab, Sampang, Jawa Timur, mulai tahun ajaran pendidikan 2020-2021.

Beasiswa tersebut diberikan Yayasan Nazhatut Thullab Prajan Camplong sebagai pengelola STIKES Nazhatut Thullab yang juga merupakan sebuah pondok pesantren.

Dubes Al Busyra mengatakan Indonesia memiliki peluang kerja sama yang besar di bidang keperawatan dengan Ethiopia. Hal itu khususnya dalam capacity building yaitu mengirim perawat Indonesia melatih calon perawat Ethiopia serta hibah alat-alat kesehatan dan obat-obatan ke rumah sakit pemerintah.

"Saat ini Ethiopia membutuhkan tenaga perawat yang banyak untuk pelayanan kesehatan. Rasio jumlah perawat dan penduduk Ethiopia saat ini adalah 1 berbanding 4.500 orang,” ujarnya. (OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More