Rabu 18 September 2019, 09:40 WIB

Dulu Jual Sayur, Kini Anggota DPRD

AT/N-3 | Nusantara
Dulu Jual Sayur, Kini Anggota DPRD

MI/ARDI TERISTI HARDI
Anggota DPRD DIY dari Partai NasDem, Suparja menyerahkan paket sembako kepada warga di Gunungkidul, Yogyakarta, Senin (16/09).

 

BERAWAL dari berdagang sayuran di Kebayoran Lama, Jakarta, Suparja, 23, kemudian dipercaya rakyat duduk di kursi DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Kisah Suparja menjadi wakil rakyat berawal ketika dia memutuskan pulang kampung untuk membangun tanah kelahirannya di Desa Hargomulyo, Kecamatan Gedangsari, Kabupaten Gunungkidul. Warga meminta Suparja menjadi kepala desa karena dianggap mampu memajukan desa yang secara geografis tidak menguntungkan.

Pekerjaannya sebagai pedagang sayur sejak 1986-1995 ditinggalkan. Warga menjemputnya ke Jakarta dan Suparja ikut bertarung dalam pemilihan kepala desa.

"Saya merasa terpanggil untuk pulang dan mengabdi," kata Suparja ketika ditemui di Kantor DPRD Provinsi DIY, Senin (16/9). Sebelumnya, banyak masalah dihadapi warga Desa Hargomulyo, tapi tidak ada kepala desa yang mampu memberikan solusi.

Selain kondisi daerah yang kering, akses menuju wilayah tersebut juga sulit. Dulu, anak-anak muda Hargomulyo banyak merantau karena tinggal di desa mereka tidak menguntungkan.

Setelah terpilih menjadi kepala desa, selama periode pertama pada 1996 sampai 2004, Suparja bekerja keras membangun Desa Hargomulyo. Karena kinerja yang gemilang, dia kemudian dipercaya lagi menjadi kepala desa untuk periode kedua 2004-2014.

Setelah memasuki periode kedua, Suparja menyadari kesulitan membangun Desa Hargomulyo dengan cepat jika hanya menjadi kepala desa. Sebelum masa jabatannya sebagai kepala desa berakhir, dia memutuskan terjun ke dunia politik dan mencalonkan diri sebagai anggota DPRD Provinsi DIY.

Dengan modal keberhasilan sebagai kepala desa selama dua periode, Suparja sukses menjadi anggota legislatif periode 2014-2019. Kini, dia dipercaya menjabat Ketua Fraksi NasDem, PSI, PD, dan PPP. (AT/N-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More