Rabu 18 September 2019, 09:45 WIB

Korsel Coret Jepang dari Daftar Putih Perdagangan

Basuki Eka Purnama | Internasional
Korsel Coret Jepang dari Daftar Putih Perdagangan

AFP/Jung Yeon-je
Sebuah petunjuk yang berbunyi, "Kami tidak menjual produk Jepang", di sebuah supermarket Korea Selatan.

 

KOREA Selatan (Korsel), Rabu (18/9), secara resmi mencoret Jepang dari daftar putih rekan dagang yang dipercaya. Langkah itu merupakan babak baru dalam perselisihan kedua negara terkait penggunaan pekerja paksa oleh Jepang di era Perang Dunia II.

Seoul telah memperingatkan Tokyo bahwa mereka akan melakukan aksi yang sama setelah Jepang, akhir Agustus lalu, mencoret Korsel dari daftar putih mereka.

Akibat kebijakan itu, perusahaan Korsel yang mengirimkan produk ke Jepang kini harus menyiapkan lebih banyak dokumen yang akan membutuhkan waktu 15 hari ketimbang sebelumnya yang hanya 5 hari.

Seoul dan Tokyo tengah terlibat perselisihan dagang sejak Juli ketika Jepang memperketat pengawasan ekspor terhadap tiga bahan kimia yang merupakan produk kunci untuk perusahaan teknologi Korsel seperti Samsung.

Baca juga: Korea Selatan Batalkan Izin Pembangunan Gedung Kedutaan Jepang

Tokyo menyebut keputusan itu dibuat dengan alasan keamanan dalam negeri setelah sejumlah keputusan pengadilan Korsel yang memerintahkan perusahaan Jepang membayar ganti rugi atas penggunaan pekerja paksa selama Perang Dunia II.

Korsel kemudian membalas aksi itu dengan memboikot sejumlah produk Jepang seperti bir, kosmetik, mobil, dan lainnya.

Impor bir Jepang--yang disukai warga Korsel--merosot hingga hampir nol pada bulan lalu.

Sejumlah maskapai penerbangan Korsel, termasuk Korean Air, juga membekukan rute ke Jepang karena merosotnya keinginan warga Korsel melakukan perjalanan ke Jepang.

Mobil-mobil Jepang juga mengalami penurunan angka penjualan di Korsel selama beberapa bulan terakhir.

Jepang dan Korsel merupakan sekutu AS dalam menghadapi Tiongkok dan Korea Utara (Korut). Namun, hubungan kedua negara sangat dipengaruhi oleh masa 35 tahun penjajahan Jepang di Semenajung Korea di awal abad ke-20. (AFP/OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More