Selasa 17 September 2019, 22:00 WIB

Bom Bunuh Diri Sasar Kampanye Ghani, 24 Tewas

Bom Bunuh Diri Sasar Kampanye Ghani, 24 Tewas

AFP
Korban bom bunuh diri di Afghanistan

 

SEORANG pengebom bunuh diri menewaskan 24 orang di luar sebuah kampanye untuk Presiden Afghanistan, Ashraf Ghani, Selasa (17/9).

Serangan itu kurang dari dua minggu menjelang pemilihan umum yang oleh Taliban telah bersumpah untuk mereka ganggu.

Insiden juga mengakibatkan 32 orang terluka, menurut direktur rumah sakit Parwan, Dr Abdul Qasim Sangin. Jumlah korban termasuk perempuan dan anak-anak.

Juru bicara Kementerian Dalam Negeri Nasrat Rahimi mengatakan, pelaku bom bunuh diri menggunakan sepeda motor dan meledak di pos pemeriksaan pertama yang mengarah pawai umum. Ghani dilaporkan tidak terluka terkait dengan peristiwa itu.

Jumlah korban muncul ketika ledakan kedua mengguncang Kabul pusat di dekat kedutaan Amerika Serikat, yang terbaru melanda ibu kota Afghanistan. Seorang pejabat Kementerian Dalam Negeri menyatakan akan memberikan rincian lebih lanjut nanti.

Belum ada kelompok yang mengklaim serangan mematikan tersebut.

Para komandan Taliban telah bersumpah untuk mengintensifkan bentrokan dengan pasukan Afghanistan dan asing. Tujuannya mencegah masyarakat menggunakan hak suaranya dalam pemilihan presiden 28 September. Alasannya, Asrhaf Ghani akan mengajukan diri lagi sebagai calon presiden untuk kedua kalinya.

Serangan bom bunuh diri ini terjadi setelah Presiden Donald Trump tiba-tiba mengakhiri pembicaraan dengan Taliban untuk menyepakati kesepakatan yang akan memungkinkan Washington untuk mulai menarik pasukan dari perang terpanjangnya.

Deklarasi Trump pembicaraan damai itu telah 'mati' mendorong Taliban untuk menyatakan satu-satunya pilihan lain ialah meningkatkan pertempuran. "Kami memiliki dua cara untuk mengakhiri pendudukan di Afghanistan, satu ialah jihad dan pertempuran, yang lain ialah pembicaraan dan negosiasi," kata juru bicara Taliban, Zabihullah Mujahid.

Kedua pihak telah berusaha untuk mencapai kesepakatan tentang penarikan ribuan tentara Amerika dari Afghanistan dengan imbalan jaminan keamanan dari para pemberontak.

Pemilihan presiden dijadwalkan berlangsung pada 28 September dengan kekhawatiran semakin meningkat bahwa tempat pemungutan suara dan kampanye akan terus menjadi sasaran pemberontak. Akibatnya, unjuk rasa di sejumlah wilayah di Afghanistan pun kerap terjadi, menyusul ancaman Taliban yang akan menyerang tempat pemungutan suara. (AFP/Hym/I-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More