Selasa 17 September 2019, 19:15 WIB

Gubernur Sumsel Siap Mundur jika Gagal Tanggulangi Karhutla

Dwi Apriani | Nusantara
Gubernur Sumsel Siap Mundur jika Gagal Tanggulangi Karhutla

MI/Dwi Apriani
Gubernur Sumatra Selatan Herman Deru

 

GUBERNUR Sumatra Selatan Herman Deru mengklaim akan mundur dari jabatannya apabila tidak komitmen dalam menanggulangi kebakaran hutan dan lahan di Sumsel. Hal itu diakuinya saat mahasiswa melakukan unjuk rasa di Kantor Gubernur Sumsel, Palembang, Selasa (17/9).

Ribuan mahasiswa dari berbagai universitas di Sumsel mendatangi Kantor Gubernur Sumsel sekitar pukul 13.45 WIB dan baru membubarkan diri pukul 18.00 WIB. Di sela aksi mahasiswa tersebut, sempat terjadi baku hantam antara mahasiswa dan aparat keamanan. Bahkan ada dua mahasiswa yang terluka pada bagian kepala, yakni Indra Lesmana dan Ikhsan.

Setelah 3 jam menunggu, akhirnya Gubernur Sumsel Herman Deru datang dan berdialog dengan mahasiswa.

"Saya akan penuhi semua tuntutan mahasiswa, dari enam tuntutan, sebagian besar sudah kita lakukan terhadap upaya penanganan kabut asap, dan tuntutan terakhir jika memang saya tidak melaksanakan komitmen pemadaman karhutla, maka saya akan mundur dari jabatan saya," ucap Herman.

Ia mengatakan, pemerintah sudah maksimal melakukan upaya penanganan karhutla. Bahkan didukung oleh TNI, Polri, Manggala Agni, stakeholder dan masyarakat. Namun, kata dia, karhutla terjadi di lahan rawa gambut sehingga sangat mudah meluas dan sulit dipadamkan meski sudah diguyur water boombing berkali-kali.

"Tim di lapangan sudah bekerja padamkan karhutla 24 jam. Saya dan Forkominda juga selalu turun ke lapangan," ucapnya.

Herman mengatakan, jika mahasiswa minta mundur atas tragedi karhutla dan asap pada tahun berikutnya itu merupakan hal yang sulit dilakukan. Hal itu mengingat karhutla merupakan bencana yang datang dari Sang Pencipta.

"Saya butuh support seperti ini. Kehadiran kalian (mahasiswa) adalah vitamin bagi kami, bagi Pangdam, Kapolda, dan Kejati. Tapi lahan gambut kita yang rentan terbakar itu ada 1,4 juta," ucapnya.


Baca juga: Tour de Siak Tetap Digelar Kendati Kabut Asap Pekat


"Saya minta doa dan masukannya, saya juga tidak mau hidup berselimut asap. Siapa yang bisa menjamin kehendak tuhan, saya manusia biasa, saya tidak berani harus janjikan mundur jika 2020 masih terjadi karhutla dan asap. Tapi jika memang saya tidak melakukan upaya untuk cegah dan tanggulangi karhutla, barulah saya akan mundur," jelasnya lagi.

Ia pun meminta mahasiswa untuk membuat desain dan upaya apa yang harus dilakukan pemda agar tidak terjadi karhutla. Bahkan ia meminta agar mahasiswa turut mengikuti salat istisqa yang digelar Pemprov Sumsel.

"Apa yang kalian (mahasiswa) minta sudah kita lakukan. Kita beri sanksi pelaku pembakar lahan, namun ada tahapan hukumnya," ucapnya.

Sementara itu, Presiden Mahasiswa Unsri, Nimatul Hakiki Febriawan, mengatakan, pihaknya meminta komitmen dari Gubernur Sumsel dan jajaran instansi yang ada di Sumsel untuk konsentrasi dan maksimal menangani karhutla di wilayahnya.

"Kami minta agar Gubernur dan Polisi juga komitmen, tindak tegas jika ada korporasi yang membakar lahan dan hutan. Jangan hanya masyarakat yang dijadikan tersangka," terang dia.

Ia pun mengaku, mahasiswa juga siap jika diajak untuk turun tangan ke lokasi lahan terbakar dan bantu padamkan karhutla.

"Kami siap gerakkan mahasiswa," terang dia.

Rektor Unsri, Anis Saggaf, mengatakan, dirinya pun mendukung langkah aksi yang dilakukan mahasiswa tersebut.

"Semua yang dilakukan anak-anak ini sesuai dengan kepentingan rakyat. Mereka ingin ada solusi, mereka ingin bertemu Gubernur Sumsel karena Gubernur sendiri dianggap orangtua mereka, kami menanggapi positif," tandasnya. (OL-1)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More